Melalui pendekatan interaktif dengan aplikasi Mentimeter, peserta turut berbagi pandangan terkait pendidikan karakter.
1. Kebijakan Pendidikan dan Penguatan Pendidikan Karakter oleh Doni Koesuma.
2. Konsep Pelajar Rahmatan lil Alamin sebagai Landasan Pendidikan Karakter oleh Muhammad Ali Ramdhani.
3. Strategi Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan serta Intoleransi oleh Alissa Wahid.
1. Elemen Spiritual Pendidikan NU sebagai Kekuatan Karakter Era 5.0 oleh Hasanuddin Ali.
2. Pembentukan Karakter: Kunci Sukses Pendidikan NU oleh Ahmad Zainul Hamdi.
3. Penguatan Ekosistem Pendidikan untuk Membangun Karakter Peserta Didik oleh Anindito Aditomo.
Para peserta workshop menyambut baik materi yang disampaikan, merasa termotivasi untuk mengaplikasikan ide-ide tersebut dalam pengelolaan pendidikan. Hasil diskusi ini akan menjadi rekomendasi penting dalam Kongres Pendidikan NU mendatang.
Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah menyampaikan harapannya untuk pendidikan karakter berbasis teknologi digital bisa diterapkan. "Semua ini tidak lain sebagai upaya dalam menjaga antara Al-Muhafadzah bi Qodimisholih dan Al'akhdzu bi jadidil Ashlah secara seimbang." ucapnya.
“Melalui workshop ini, kami berharap pendidikan karakter yang didukung teknologi digital dapat diterapkan lebih efektif dan menyeluruh. Generasi masa depan harus menjadi pribadi yang cerdas sekaligus berbudi pekerti luhur.” pungkas Ifa Faizah.
Artikel Terkait
Kisah Marat Safin: Petenis Muslim yang Mengukir Sejarah di Dunia Tenis Internasional
Mengenal Ruqaya Al-Ghasra: Pelopor Atlet Berhijab di Olimpiade dan Inspirasi bagi Perempuan Muslim
4 Atlet Muslim Indonesia yang Membuat Nama Bangsa Berkibar di Kancah Internasional
Wisata Kuliner Halal di Jawa Tengah: Lezat, Beragam, dan Penuh Cita Rasa Nusantara
Kuliner Halal Khas Batak: Lezat dan Kaya Gizi