IFA.id - Apa jadinya jika tonggak utama peradaban, yakni keluarga dan pendidikan, disusun ulang dengan pendekatan baru? Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), punya jawabannya: NU sedang memulai langkah besar untuk membangun peradaban kokoh melalui dua elemen utama tersebut.
Berbicara dalam acara , Gus Yahya mengungkapkan visi yang dirumuskan oleh para pendiri NU hampir satu abad lalu.
“Inisiatif ini memang didesain dalam sistematika dua tonggak besar, yaitu pendidikan dan keluarga. Dua tonggak besar ini adalah tonggak-tonggak utama dalam visi kita untuk membangun peradaban,” tegasnya.
Menurut Gus Yahya, keluarga adalah fondasi awal yang membentuk manusia dan masyarakat. Segala bentuk peri kehidupan dimulai dari sini, sehingga menjadi prioritas utama dalam membangun peradaban. Namun, keluarga saja tidak cukup tanpa dukungan pendidikan yang kuat dan relevan.
“Membangun peradaban dalam praktiknya dimulai dari keluarga dan dikembangkan melalui inisiatif-inisiatif pendidikan,” ujar Gus Yahya.
Baca Juga: Seni Tinju dan Spiritualitas: 6 Petinju Muslim yang Mencetak Sejarah di Dunia Tinju
Dengan pandangan ini, NU berusaha memperkuat peran keluarga sekaligus menciptakan sistem pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Kongres Pendidikan NU selama dua hari pada 18-19 Januari 2025, menjadi momen penting untuk mendiskusikan penguatan pendidikan di berbagai tingkatan.
Penguatan itu mulai Raudhatul Athfal (RA), pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi dan pesantren, semua lembaga ini menjadi bagian dari upaya besar membangun peradaban yang maslahat.
Gus Yahya menekankan, semua inisiatif ini harus berjalan secara koheren. Setiap elemen pendidikan dan keluarga harus saling terhubung, sehingga seluruh gerakan organisasi dapat berjalan padu menuju satu tujuan bersama.
“Koheren itu artinya setiap elemen ini tersambung dengan elemen-elemen lain, seperti tubuh kita yang saling bekerja sama secara harmonis,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir ke-102 NU, Kongres Pendidikan dan Kongres Keluarga Maslahat ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan langkah-langkah nyata.
PBNU tidak hanya ingin memperbaiki sistem pendidikan, tetapi juga menciptakan keluarga yang menjadi motor penggerak peradaban di era modern.
Inisiatif besar ini menunjukkan bahwa NU tidak sekadar berbicara, tetapi juga bertindak. Melalui pendidikan dan keluarga, NU tengah mempersiapkan peradaban yang tidak hanya relevan, tetapi juga memberikan maslahat bagi semua.