IFA.id -- Pasar tradisional bukan sekadar tempat jual beli. Di balik hiruk pikuk dan aroma khasnya, tersembunyi harta karun rasa: kuliner lokal yang menggoda lidah dan mengandung warisan budaya yang kaya.
Dari Sabang sampai Merauke, setiap pasar punya cerita yang disampaikan lewat cita rasa. Menyantap makanan khas pasar adalah salah satu cara paling jujur untuk mengenal Indonesia dari dapurnya sendiri.
Mengapa Kuliner Pasar Patut Dicoba?
1. Rasa Tradisional yang Asli
Kuliner pasar biasanya dibuat dengan resep turun-temurun tanpa modifikasi berlebihan, menjaga keaslian rasa.
2. Harga Terjangkau
Kelezatan tak selalu mahal. Makanan pasar umumnya ramah kantong tanpa mengorbankan kualitas.
3. Akses ke Cita Rasa Lokal
Setiap daerah memiliki rasa khas: asin, manis, pedas, atau gurih—semua bisa kamu cicipi langsung di pasar.
4. Variasi yang Melimpah
Satu pasar bisa menyuguhkan belasan bahkan puluhan jenis makanan khas yang berbeda.
Kuliner Pasar Legendaris dari Berbagai Daerah
1. Gudeg – Pasar Beringharjo, Yogyakarta
Gudeg adalah ikon kuliner Jogja. Di Pasar Beringharjo, kamu bisa menemukan gudeg versi kering maupun basah, lengkap dengan sambal krecek dan opor ayam.
Baca Juga: Wisata Belanja Tradisional: Jelajahi Pasar Rakyat Indonesia yang Sarat Warna dan Cerita!
Fun Fact: Beberapa penjual gudeg di pasar ini telah berdagang lebih dari 50 tahun!
2. Lontong Balap – Pasar Atom, Surabaya
Lontong balap berisi irisan lontong, tahu goreng, lentho (perkedel kacang), tauge, dan disiram kuah gurih yang ringan. Jangan lupa sambalnya!
Cocok dinikmati pagi atau siang hari sebagai sarapan khas orang Surabaya.
3. Nasi Jamblang – Pasar Jamblang, Cirebon
Disajikan di atas daun jati, nasi jamblang terkenal karena pilihan lauknya yang banyak: mulai dari sambal goreng hati, cumi tinta, hingga telur dadar.
Pasar Jamblang di Cirebon menjadi pusat kuliner ini sejak era kolonial.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Bahas Evaluasi Direksi BUMN dan Isu Kemanusiaan Palestina di Istana Merdeka
Kemenkop Susun Model Bisnis Kopdes Merah Putih, Targetkan 80 Ribu Unit di Seluruh Indonesia
Sri Mulyani: Pemerintah Tarik Utang Rp250 Triliun untuk Amankan Pembiayaan di Tengah Gejolak Global
Gubernur Khofifah Soroti Dampak PP 28/2024 terhadap Industri Tembakau dan Ekonomi Jawa Timur
Antam Hentikan Penjualan Bauksit dan FeNi Karena Harga HPM Dinilai Tak Sesuai Pasar