b. Menyusun Menu yang Tidak Mudah Basi
Pilih makanan yang tahan lama agar tidak cepat basi selama perjalanan. Beberapa contoh makanan yang bisa dibawa:
-
Roti isi (sandwich) dengan isian kering seperti abon atau selai kacang.
-
Buah-buahan seperti apel, pisang, atau jeruk.
-
Snack sehat seperti granola atau kacang-kacangan.
Pastikan untuk menghindari makanan berkuah yang berpotensi tumpah dan cepat basi.
2. Mengurangi Pembelian Makanan Kemasan
Sering kali saat mudik, kita tergoda membeli makanan ringan atau minuman kemasan di rest area atau warung. Padahal, kebiasaan ini justru meningkatkan jumlah sampah plastik yang sulit terurai.
a. Pilih Makanan dengan Kemasan Ramah Lingkungan
Jika terpaksa membeli makanan dalam perjalanan, pilihlah yang memiliki kemasan biodegradable atau yang bisa didaur ulang. Hindari makanan dalam kemasan plastik sekali pakai yang sulit terurai.
Baca Juga: Kisah Haru Ruben Onsu Menjadi Mualaf Usai Diuji Berbagai Cobaan Tanpa Ampun
b. Gunakan Botol Minum Isi Ulang
Membeli air mineral kemasan plastik setiap kali haus adalah penyumbang utama sampah selama mudik. Solusinya adalah:
-
Membawa botol minum sendiri.
-
Mengisi ulang di rest area atau tempat yang menyediakan air minum gratis.
3. Mengelola Sampah dengan Bijak
Tidak dapat dihindari, selama perjalanan tetap akan ada sampah makanan yang dihasilkan. Untuk itu, pengelolaan sampah menjadi hal yang sangat penting.
a. Pisahkan Sampah Organik dan Anorganik
Siapkan dua kantong berbeda untuk memisahkan sampah organik dan anorganik:
-
Sampah organik (sisa makanan) bisa dibuang di tempat sampah yang sesuai.
-
Sampah anorganik (plastik, kaleng, kertas) sebaiknya dikumpulkan dan dibuang di tempat daur ulang.
Artikel Terkait
Resep Es Buah Halal dengan Sirup Jeruk Manis
Makanan Halal untuk Membantu Penyembuhan Pasca Operasi
Resep Roti Bakar Halal dengan Isian Keju dan Cokelat
Makanan Halal untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Resep Sayur Lodeh Halal dengan Tahu Tempe