Kamis, 4 Juni 2026

Bulan Ramadhan Tiba! Pastikan Ibadah Puasamu Tetap Optimal Meski Bepergian!

Puspita Sari, Ifa.id
- Kamis, 6 Maret 2025 | 17:20 WIB
 (Foto/YouTube)
(Foto/YouTube)

 

IFA.id -- Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain sebagai bulan suci, Ramadhan juga menjadi momen penting untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Salah satu ibadah yang wajib dilakukan di bulan Ramadhan adalah puasa. Namun, bagaimana jika kita sedang dalam perjalanan jauh atau mudik selama bulan Ramadhan? Apakah kita tetap wajib berpuasa? Bagaimana pula dengan ibadah lainnya seperti sholat?

Ketentuan Puasa Bagi Musafir

Dalam Islam, seseorang yang bepergian jauh dengan jarak empat marhalah atau sekitar 88 kilometer disebut sebagai musafir. Hukum bagi musafir untuk menjalankan ibadah puasa adalah boleh.

Rasulullah SAW juga pernah melakukan puasa ketika dalam perjalanan jauh. Abu Darda’ Radhiyallahu Anhu mengatakan:

“Kami pernah keluar bersama Rasulullah SAW di bulan Ramadhan dalam cuaca yang panas terik sehingga ada sebagian dari kami yang terpaksa meletakkan tangan di atas kepala untuk berlindung dari panas matahari. Di kalangan kami tidak ada yang berpuasa selain Rasulullah SAW dan Abdullah bin Rawahah”.

Baca Juga: Tingkatkan Semangat Kerja Anda Selama Ramadan dengan 10 Strategi Ampuh Ini!

Namun, ketika seseorang berpuasa dan dirasa memberatkan maka puasa itu menjadi makruh hukumnya. Rasulullah SAW pernah melihat orang pingsan karena puasa dan Beliau berkata, “Puasa di waktu bepergian bukanlah termasuk kebaikan”.

Islam telah memberikan keringanan bagi siapapun yang merasa berat untuk menjalankan puasa, termasuk untuk orang yang bepergian jauh atau musafir.

Seseorang yang berpuasa dalam perjalanan jauh dan merasa kesulitan, maka hukumnya wajib untuk ia berbuka puasa. Sedangkan bagi mereka yang tidak kesulitan, maka wajib hukumnya untuk tetap melakukan ibadah puasa.

Konsekuensi Meninggalkan Puasa karena Safar

Seorang muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan karena melakukan perjalanan jauh, wajib menggantinya di lain hari (qadha). Dalilnya tertera dengan jelas dalam surat Al-Baqarah ayat 184 sebagai berikut:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB

Terpopuler

X