Kamis, 4 Juni 2026

17+ Jam Puasa? Negara-Negara Ini Buktikan Ramadan Bukan Cuma Soal Lapar!

Puspita Sari, Ifa.id
- Senin, 3 Maret 2025 | 19:14 WIB
17+ Jam Puasa? Negara-Negara Ini Buktikan Ramadan Bukan Cuma Soal Lapar! (Foto/YouTube)
17+ Jam Puasa? Negara-Negara Ini Buktikan Ramadan Bukan Cuma Soal Lapar! (Foto/YouTube)

IFA.id -- Ramadan bukan sekadar bulan suci bagi umat Muslim, tapi juga sebuah fenomena global yang unik. Bayangkan jutaan orang di seluruh dunia menahan lapar dan haus dari fajar hingga senja, namun tahukah Anda bahwa durasi "senja" itu sangat bervariasi? Panjangnya waktu puasa sangat dipengaruhi oleh letak geografis dan musim di mana Anda berada. 

Mengapa Durasi Puasa Tidak Sama di Seluruh Dunia?

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa teman Anda di Eropa berpuasa lebih lama dari Anda di Indonesia? Jawabannya terletak pada hubungan antara matahari, bumi, dan lokasi kita. Durasi puasa, yang dihitung dari terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Magrib), sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama:

  • Letak Geografis (Lintang). Semakin jauh Anda dari garis khatulistiwa (ke arah kutub utara atau selatan), semakin besar perbedaan panjang siang dan malam yang Anda alami sepanjang tahun. Inilah mengapa negara-negara dekat kutub bisa memiliki siang yang sangat panjang di musim panas dan malam yang sangat panjang di musim dingin.

  • Musim. Posisi bumi saat mengelilingi matahari menyebabkan terjadinya musim. Saat Ramadan bertepatan dengan musim panas di belahan bumi utara, negara-negara seperti Finlandia atau Greenland menikmati (atau mungkin "menderita") siang yang sangat panjang. Sebaliknya, saat musim dingin di belahan bumi selatan, negara-negara seperti Argentina atau Selandia Baru memiliki waktu puasa yang lebih singkat.

Baca Juga: Mengapa Doa Adalah Senjata Terkuat bagi Orang Beriman? Temukan Jawabannya di Sini

Negara-Negara dengan Tantangan Terberat: Durasi Puasa Terlama

Bayangkan menahan lapar dan haus selama lebih dari 17 jam! Inilah realita yang dihadapi umat Muslim di beberapa negara. Berikut adalah daftar negara dengan durasi puasa terlama pada Ramadan 2025, yang menantang ketahanan fisik dan mental:

  1. Helsinki, Finlandia. Dengan waktu puasa mencapai 17 jam 30 menit, Helsinki menjadi salah satu tempat dengan tantangan puasa terberat di dunia.

  2. Nuuk, Greenland. Di ibu kota Greenland ini, umat Muslim harus berpuasa sekitar 17 jam.

  3. Glasgow, Skotlandia. Puasa di Glasgow bisa mencapai 16 jam 30 menit, menuntut persiapan ekstra.

  4. Ottawa, Kanada. Sama seperti Glasgow, Ottawa juga menawarkan tantangan puasa selama 16 jam 30 menit.

  5. Madrid, Spanyol. Di jantung Eropa, Madrid menawarkan waktu puasa sekitar 16 jam.

  6. London, Inggris. Ibu kota Inggris ini juga memiliki durasi puasa sekitar 16 jam.

Menariknya, di beberapa wilayah ekstrem seperti Longyearbyen, Norwegia, matahari bahkan tidak terbenam selama beberapa bulan di musim panas! Dalam situasi seperti ini, bagaimana umat Muslim menjalankan ibadah puasa?

Jawabannya adalah dengan mengikuti waktu puasa berdasarkan Makkah (Arab Saudi) atau negara Muslim terdekat yang memiliki siklus siang dan malam normal. Ini adalah contoh bagaimana agama Islam beradaptasi dengan kondisi geografis yang unik.

Baca Juga: Menjaga Lisan untuk Kehidupan yang Harmonis: Cara Menghindari Ucapan yang Menyakiti

Negara dengan Durasi Puasa Tercepat

Setelah membahas tantangan terberat, mari kita lihat sisi lain dari spektrum ini. Di beberapa negara, durasi puasa terasa lebih ringan dan bersahabat. Inilah daftar negara dengan waktu puasa tercepat:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB

Terpopuler

X