2. Mesir Semarak Lentera Fanous dan Tradisi Berbagi Makanan
Mesir memiliki suasana Ramadhan yang sangat khas dengan gemerlap lentera Fanous yang menghiasi jalanan dan rumah-rumah.
-
Fanous. Lentera warna-warni yang menjadi simbol Ramadhan di Mesir. Lentera ini biasanya dinyalakan pada malam hari, menciptakan suasana meriah dan penuh kebahagiaan.
-
Ma'idat al-Rahman. Tradisi mendirikan meja panjang di jalan-jalan untuk menyediakan makanan berbuka puasa gratis bagi orang-orang yang membutuhkan. Tradisi ini mencerminkan semangat berbagi dan solidaritas sosial yang tinggi selama Ramadhan.
-
Pertunjukan Boneka. Pertunjukan boneka tradisional sering diadakan di jalanan dan taman-taman selama Ramadhan untuk menghibur anak-anak dan keluarga.
Baca Juga: Alhamdulillah Ramadhan Tiba, Ini Doa Menyambut Bulan Ramadhan Sesuai Sunnah
3. Uni Emirat Arab Haq Al-Laila, Tradisi Manis Menyambut Ramadhan
Di Uni Emirat Arab, ada tradisi unik yang disebut Haq Al-Laila yang dirayakan pada pertengahan bulan Sya'ban (bulan sebelum Ramadhan).
-
Haq Al-Laila. Anak-anak mengenakan pakaian tradisional, berkeliling dari rumah ke rumah sambil menyanyikan lagu-lagu khas, dan mengumpulkan permen, kacang-kacangan, dan hadiah lainnya. Tradisi ini mirip dengan Halloween dan bertujuan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan sukacita.
4. Turki Kehangatan Iftar Sofrası dan Tradisi Membangunkan Sahur
Turki memiliki tradisi Ramadhan yang kaya dengan fokus pada kebersamaan dan berbagi.
-
Iftar Sofrası. Tradisi berkumpul bersama keluarga dan teman-teman untuk menikmati hidangan berbuka puasa. Meja makan biasanya dipenuhi dengan berbagai hidangan lezat, seperti sup lentil, pide (roti pipih), dan hidangan penutup manis.
-
Davulcu. Tradisi membangunkan orang-orang untuk sahur dengan memainkan drum (davul) di jalan-jalan. Tradisi ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua orang memiliki kesempatan untuk makan sahur sebelum memulai puasa.
5. Irak Permainan Mheibes dan Suasana Malam Ramadhan yang Meriah
Di Irak, Ramadhan dirayakan dengan semangat persahabatan dan kebersamaan.
-
Mheibes. Permainan tradisional yang dimainkan setelah berbuka puasa. Permainan ini melibatkan dua tim yang mencoba menemukan cincin tersembunyi di tangan salah satu pemain lawan. Mheibes adalah cara yang menyenangkan untuk menghabiskan malam Ramadhan bersama teman dan keluarga.
-
Khaima. Tenda-tenda besar didirikan di jalanan dan taman-taman selama Ramadhan, tempat orang-orang berkumpul untuk berbuka puasa, minum teh, dan bermain permainan tradisional.
Baca Juga: Resep Nasi Liwet Halal dengan Ayam Goreng dan Sayur Asem
6. Bosnia & Herzegovina Meriam Iftar, Penanda Waktu Berbuka Puasa
Di Sarajevo, ibu kota Bosnia & Herzegovina, suara tembakan meriam dari Yellow Fortress (Žuta Tabija) digunakan untuk menandai waktu berbuka puasa.
-
Meriam Iftar. Tradisi ini telah berlangsung selama berabad-abad dan menjadi bagian penting dari budaya Ramadhan di Bosnia & Herzegovina. Suara meriam menandakan berakhirnya puasa hari itu dan waktunya untuk menikmati hidangan berbuka puasa.
7. India, Pakistan, dan Bangladesh Semarak Chaand Raat dan Kelezatan Haleem
Di Asia Selatan, Ramadhan diakhiri dengan perayaan Chaand Raat yang meriah.
Artikel Terkait
Makanan Halal yang Sehat untuk Penderita Diabetes Melitus
Resep Kue Apem Halal yang Lembut dan Manis, Mudah Dibuat di Rumah
Manfaat Puasa bagi Perkembangan Karakter Anak Membentuk Generasi Bertakwa dan Berakhlak Mulia
Makanan Halal yang Mengandung Kalium untuk Kesehatan Jantung
Bagaimana Mengajarkan Anak Berpuasa dengan Menyenangkan?