Kamis, 4 Juni 2026

Panduan Niat Puasa Ramadhan: Arab, Latin, dan Artinya

Puspita Sari, Ifa.id
- Selasa, 25 Februari 2025 | 11:44 WIB
Panduan Niat Puasa Ramadhan: Arab, Latin, dan Artinya (Foto/YouTube)
Panduan Niat Puasa Ramadhan: Arab, Latin, dan Artinya (Foto/YouTube)

Hal ini sesuai dengan pendapat sebagian ulama yang memperbolehkan membaca niat puasa setelah terbit fajar.

Namun, jika ia sudah melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum, maka puasanya pada hari itu tidak sah dan ia wajib menggantinya (qadha) di kemudian hari.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk selalu mengingat dan membaca niat puasa Ramadhan setiap malam agar puasa kita sah dan diterima oleh Allah SWT.

Hukum Melafadzkan Niat Puasa Ramadhan

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum melafadzkan niat puasa Ramadhan. Sebagian ulama berpendapat bahwa melafadzkan niat hukumnya sunnah (dianjurkan), sedangkan sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa melafadzkan niat hukumnya tidak wajib, cukup dengan menghadirkan niat di dalam hati.

Bagi mereka yang berpendapat bahwa melafadzkan niat hukumnya sunnah, mereka berdalil bahwa melafadzkan niat dapat membantu memperkuat niat yang ada di dalam hati.

Dengan melafadzkan niat, kita menjadi lebih fokus dan sadar akan apa yang akan kita lakukan.

Sedangkan bagi mereka yang berpendapat bahwa melafadzkan niat hukumnya tidak wajib, mereka berdalil bahwa yang terpenting adalah adanya niat di dalam hati.

Melafadzkan niat hanyalah sebagai pelengkap dan bukan merupakan syarat sahnya puasa.

Meskipun terdapat perbedaan pendapat, namun mayoritas ulama menganjurkan untuk melafadzkan niat puasa Ramadhan. Hal ini sebagai bentuk kehati-hatian dan untuk membantu memperkuat niat yang ada di dalam hati.

Baca Juga: Memperbaiki Hubungan dengan Orang Tua: Keutamaan Berbakti dalam Islam

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Niat Puasa Ramadhan

Selain memahami lafadz niat dan waktu membacanya, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam niat puasa Ramadhan, di antaranya:

  1. Niat Harus Tulus Karena Allah SWT

    Niat puasa Ramadhan harus dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji oleh orang lain atau karena alasan duniawi lainnya.

  2. Niat Harus Spesifik

    Niat puasa Ramadhan harus spesifik, yaitu untuk menunaikan kewajiban puasa di bulan Ramadhan. Jangan hanya berniat untuk berpuasa secara umum, tanpa menyebutkan bahwa puasa tersebut adalah puasa Ramadhan.

  3. Niat Harus Dilakukan Setiap Malam

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB

Terpopuler

X