lFA.id -- Mesir tengah mempersiapkan untuk membuka kembali perbatasan Rafah, yang akan digunakan sebagai jalur utama untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Hal ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Mesir, Sameh Shoukry, dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Nigeria, Yusuf Tuggar, pada Sabtu, 18 Januari 2025.
Shoukry menyampaikan bahwa Mesir berupaya mengirimkan bantuan dalam jumlah besar untuk membantu warga Gaza yang tengah dilanda krisis kemanusiaan.
Selama tahap pertama gencatan senjata, sekitar 300 truk bantuan diperkirakan akan melintasi Gaza bagian utara, yang kondisinya dianggap lebih parah dibandingkan wilayah lainnya.
Mesir juga akan memimpin upaya internasional untuk memobilisasi pengiriman bantuan sebanyak mungkin ke Gaza.
Sebelumnya, penyeberangan Rafah, yang merupakan satu-satunya pintu keluar-masuk Gaza ke dunia luar, telah ditutup sejak Mei 2024 setelah pasukan Israel menguasai wilayah tersebut.
Penutupan ini diperburuk dengan operasi militer Israel yang dimulai pada Oktober 2023, yang menyebabkan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.
Selain itu, Shoukry juga mengusulkan agar perlintasan lain antara Israel dan Gaza dibuka untuk memperlancar distribusi bantuan lebih lanjut.
Ia menekankan bahwa pendirian negara Palestina yang merdeka menjadi satu-satunya solusi untuk menghindarkan warga Palestina dari kesulitan lebih lanjut di masa depan.
Baca Juga: Houthi Menyerang Israel, Serangan Rudal Dari Yaman Mengaktifkan Sirene di Tel Aviv
Dengan dimulainya gencatan senjata pada 19 Januari 2025, penyaluran bantuan yang diizinkan untuk memasuki Gaza memberi harapan baru bagi warga Palestina yang tengah berjuang dalam kondisi sulit.
Upaya Mesir dan masyarakat internasional dalam membuka jalur bantuan ini dipandang sebagai langkah penting menuju pemulihan dan stabilitas bagi Gaza dan warga Palestina.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Israel-Hamas: Harapan Baru bagi Warga Palestina
Serangan Israel Menyusul Kesepakatan Gencatan Senjata, Dikabarkan 32 Warga Palestina Tewas
Houthi Menyerang Israel, Serangan Rudal Dari Yaman Mengaktifkan Sirene di Tel Aviv
Israel-Hamas: Menjelang Perjanjian Henti Gencatan Senjata, Angkatan Bersenjata IDF Mulai Menarik Diri Hingga Peringatan dari Netanyahu
Serangan Israel Pasca Pengumuman Gencatan Senjata Membunuh 116 Warga Gaza, Gencatan Senjata Mulai Berlaku Hari Ini