Sebagai imbalan, akan disusun rencana rekonstruksi besar-besaran di Gaza yang akan berlangsung selama tiga hingga lima tahun. Namun, masih belum jelas pihak mana yang akan membiayai proses rekonstruksi di Palestina, meskipun hal ini akan dilakukan di bawah pengawasan internasional.
Baca Juga: Derajat Seorang Wanita dalam Islam: Sebuah Tinjauan Mendalam
Kesepakatan gencatan senjata ini diharapkan akan memberikan kelegaan bagi Gaza yang hancur akibat serangan Israel, yang telah membuat sekitar 90 persen dari 2,3 juta penduduknya terpaksa mengungsi.
Para negosiator dari Mesir, Qatar, dan AS dijadwalkan berangkat ke Kairo pada Kamis, 16 Januari 2025, untuk melanjutkan diskusi mengenai pelaksanaan semua aspek dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Seorang pejabat tinggi dari AS mengungkapkan bahwa para negosiator berfokus pada penciptaan ekspektasi yang jelas untuk Israel dan Hamas demi kelancaran implementasi kesepakatan gencatan senjata Gaza.
Artikel Terkait
Mengagumi Keindahan: Rekomendasi Masjid Terindah di Dunia yang Wajib Dikunjungi
Ketegangan Israel-Hamas: Krisis yang Berkepanjangan
Gencatan Senjata Israel dan Hamas di Jalur Gaza: Peluang Baru untuk Perdamaian
Kisah Perjuangan Para Ulama Besar Indonesia Melestarikan Keilmuan Islam
Kisah Mush’ab bin Umair: Pelopor Dakwah yang Tak Kenal Lelah di Tengah Penolakan