ibrah

Rahasia Tenang Hati dalam Islam untuk Kesehatan Mental

Jumat, 21 November 2025 | 18:15 WIB
Ketenangan hati dalam Islam bukan sekadar suasana, tetapi perjalanan jiwa menuju sakinah dan thuma’ninah yang menenangkan. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - merangkum satu hal penting yang sering terlupa ketika hidup bergerak terlalu cepat: setiap jiwa membutuhkan ruang untuk tenang, berhenti sejenak, dan kembali kepada dirinya sendiri.

Banyak yang mencari ketenangan melalui berbagai metode modern, mulai dari meditasi, journaling, hingga terapi pernapasan. Semua itu baik, namun Islam sebenarnya sudah lama menawarkan fondasi kesehatan mental yang sangat kuat lewat konsep sakinah dan thuma’ninah.

Ketenangan hati bukan sekadar suasana emosional singkat, melainkan kondisi batin yang stabil. Sakinah berarti keteduhan jiwa, sementara thuma’ninah menggambarkan keadaan ketika hati mantap dan tidak terguncang oleh badai dunia.

Islam melihat kesehatan mental bukan hanya soal mengelola stres, tetapi juga menata hati agar mampu menjalani hidup dengan kejernihan dan keseimbangan.

Baca Juga: Kurma Ajwa dan Kisah Keutamaannya

IFA.id mencatat bahwa konsep kesehatan mental dalam Islam selalu terikat pada hubungan antara manusia dan sumber ketenangan tertinggi: Allah.

Bukan karena manusia tidak boleh merasa sedih atau cemas, tetapi karena kesedihan dan kecemasan memiliki tempatnya sendiri dalam perjalanan spiritual.

Pernah ada masa ketika seseorang merasa hidup berputar seperti roda yang tak mau berhenti. Tuntutan pekerjaan menumpuk, keluarga membutuhkan banyak perhatian, dan pikiran penuh dengan kekhawatiran yang sulit dikendalikan.

Dalam situasi seperti itu, manusia sering lupa bahwa ada satu pintu yang tidak pernah tertutup: kembali kepada Allah dengan kesadaran penuh.

Baca Juga: Tradisi Mengonsumsi Kurma di Kalangan Muslim

Al Qur’an sendiri menyatakan dengan sangat jelas: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”Ayat ini bukan puitis belaka, melainkan penjelasan psikologi spiritual yang sangat mendalam.

Ketika pikiran sibuk mencari tempat berpijak, dzikir justru berperan sebagai jangkar batin yang menahan seseorang agar tidak terseret arus kecemasan.

IFA.id melansir pandangan beberapa ulama yang menyebut bahwa dzikir bukan sekadar ritual verbal. Ia adalah latihan mental, sebuah proses di mana hati dilatih untuk menaruh fokus pada satu titik yang stabil.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB