Dalam peristiwa Bi'r Maunah, Mundzir bin Amr terbunuh. Sebelum perang dimulai, ia menyadari bahwa dia akan mati syahid. Ia tidak melarikan diri, tetapi dengan berani menyambut serangan tersebut.
Nabi Muhammad SAW berduka atas kehilangan sahabat-sahabatnya dan menyebut Mundzir sebagai mu'niq li-yamuut, yang berarti berani menyambut kematian.
Kisah hidup Mundzir bin Amr menampilkan keberanian seorang pejuang dan komitmen seorang da'i yang rela mengorbankan apa pun untuk menyebarkan kebenaran.
Meskipun berakhir tragis, dia tetap berdedikasi sebagai komandan pasukan Qurra, menunjukkan komitmennya terhadap ajaran Nabi Muhammad SAW.
Ia dikenang sebagai salah satu orang yang benar-benar menghafal Al-Qur'an dan setia pada ajaran islam.
(Dinda Putri R)