IFA.id – Sahabat Nabi Muhammad SAW, Mundzir bin Amr, memainkan peran penting dalam sejarah awal islam.
Ia dikenal karena keberaniannya di medan perang dan dedikasinya untuk menyebarkan agama islam sebagai komandan pasukan Qurra.
Mundzir bin Amr berasal dari keluarga Khazraj yang terhormat, yang terletak di Yatsrib (sekarang Madinah). Masyarakatnya menghormati ayahnya, Amru bin Khunais.
Baca Juga: Ragu Untuk Melanjutkan Pendidikan? Ketahuilah Hukum Menuntut Ilmu dalam Islam
Sejak zaman jahiliyah, Mundzir telah menunjukkan kemampuan membaca dan menulis. Ia adalah salah satu dari orang-orang yang mengikuti Baiat Aqabah kedua, di mana mereka bersumpah untuk melindungi Nabi Muhammad dan ajarannya dengan sepenuh hati.
Setelah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad menjalin persaudaraan antara Mundzir dan Thulaib bin Umair, menandakan kepercayaan Nabi kepada sahabat-sahabatnya.
Mundzir kemudian menjadi salah satu dari dua belas Naqib (pemimpin) Banu Saidah, menunjukkan posisi pentingnya dalam komunitas muslim.
Baca Juga: Bisnis Kuliner dalam Perspektif Islam
Mundzir bin Amr memimpin pasukan Qurra yang terdiri dari tujuh puluh sahabat terpilih yang ahli dalam Al-Qur'an.
Setelah menerima permohonan dari Abu Bara', Rasulullah SAW mengutus mereka untuk mendakwahkan islam kepada penduduk Nejd pada tahun keempat hijriah.
Mundzir dan rekannya terus bergerak maju dengan semangat untuk menyebarkan ajaran Islam meskipun Rasulullah khawatir akan keselamatan mereka.
Baca Juga: Tiga Hidangan Khas Malaysia yang Halal dan Lezat
Misi ini, bagaimanapun, berakhir tragis. Pasukan Qurra diserang oleh suku-suku yang mengundang mereka sebelumnya ketika mereka tiba di Bi'r Maunah.
Mundzir berusaha menjelaskan bahwa mereka datang untuk berdakwah, bukan untuk berperang. Sayangnya, serangan itu menyebabkan kematian.
Artikel Terkait
Bisnis Jual Beli yang Halal dalam Islam
Bisnis Sewa Menyewa dalam Perspektif Islam
Bisnis Pertanian dalam Islam
Bisnis Kuliner dalam Perspektif Islam
Bisnis Online dalam Islam