IFA.id - Ada satu momen yang selalu diingat banyak muslim ketika Ramadan datang: suara azan magrib yang akhirnya terdengar setelah seharian menahan lapar, lalu tangan meraih sebutir kurma.
IFA.id sering menemukan cerita serupa dalam obrolan pembaca, ada rasa hangat yang sulit dijelaskan dari ritual kecil itu. Tapi, di balik kesederhanaannya, sebenarnya apa hikmah dari sunnah berbuka dengan kurma? Mengapa Rasulullah begitu menekankannya?
Pertanyaan ini tampak sederhana, tetapi semakin dalam ditelusuri, semakin terasa bahwa kurma bukan sekadar buah untuk memecah dahaga. Ada sejarah, nutrisi, bahkan filosofi batin yang menyertainya.
IFA.id merangkum semua itu dalam satu narasi panjang agar mudah dipahami siapa pun yang ingin mengenal sunnah berbuka dari sisi yang lebih manusiawi.
Baca Juga: Kurma Ajwa: Keistimewaan yang Disebut Nabi
Mengapa Kurma Menjadi Pilihan Utama dalam Sunnah Berbuka
Dalam banyak riwayat, Rasulullah mengajarkan untuk memulai berbuka dengan rutab (kurma basah), dan bila tidak ada, maka dengan tamr (kurma kering).
Bila keduanya tak ditemukan, barulah cukup dengan seteguk air. Ini menunjukkan bahwa urutannya bukan kebetulan, tetapi pilihan yang penuh makna.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, disebutkan bahwa Nabi berbuka sebelum salat dengan beberapa butir kurma.
IFA.id mencatat, pola ini bukan hanya soal ibadah, tetapi juga kesehatan, karena kurma memiliki gula alami yang mudah diserap tubuh. Setelah puasa panjang, tubuh membutuhkan energi cepat, dan kurma menyediakan itu dalam beberapa detik.
Baca Juga: Apakah Kurma Bisa Jadi Obat? Pandangan Islam
Nabi memilih yang paling ramah untuk tubuh, sekaligus paling menenangkan untuk jiwa.
Energi Cepat yang Ramah Tubuh
Jika diperhatikan, tubuh yang berpuasa selama belasan jam ada dalam kondisi sangat rendah glukosa. Bila langsung disuguhi hidangan berat, sistem pencernaan bekerja melambat dan kadang memicu pusing atau mual.
Artikel Terkait
Doa-doa Safar Sunnah Nabi yang Dibaca dalam Walimatu Safar
Makna Besar di Balik Bismillah: Muslim Diingatkan Tak Meremehkan Pembuka Amal
Rahasia Bismillah: Kalimat Pembuka yang Sering Diremehkan Umat Muslim