Bayangkan sebutir kurma di tangan saat azan berkumandang. Bukan makanan mahal, bukan menu mewah, tetapi sesuatu yang membuat banyak orang merasa dekat dengan Nabi. Ada rasa keterhubungan yang tipis namun kuat.
Baca Juga: Rahasia Sunnah Kurma Pagi yang Jarang Dibahas
Tradisi yang dilakukan generasi demi generasi menanamkan kesadaran bahwa ibadah itu sederhana, tetapi berulang.
IFA.id mencatat banyak pembaca yang mengaku, setiap kali berbuka dengan kurma, mereka merasakan momen jeda, seakan ada ruang untuk bersyukur sejenak. Dan mungkin memang itu tujuan utamanya.
Puasa bukan lomba menahan lapar, tetapi proses mendekatkan diri. Kurma, dengan seluruh simbolismenya, membantu mengingatkan hal itu.
Manfaat Kurma yang Didukung Sains
Alasan sunnah ini mudah diterima adalah karena manfaat kurma relevan hingga hari ini. IFA.id merangkum beberapa poin yang paling banyak dibicarakan dalam perspektif medis:
Baca Juga: Momentum Hijrah: Bismillah Kembali Jadi Pembuka Setiap Langkah
1. Kaya akan glukosa alami
Memberi energi instan tanpa merusak metabolisme.
2. Serat untuk mempersiapkan pencernaan
Setelah seharian kosong, usus butuh transisi lembut. Serat pada kurma membantu itu.
3. Mengandung kalium tinggi
Penting untuk keseimbangan cairan tubuh setelah dehidrasi ringan selama puasa.
4. Meningkatkan kestabilan gula darah
Artikel Terkait
Doa-doa Safar Sunnah Nabi yang Dibaca dalam Walimatu Safar
Makna Besar di Balik Bismillah: Muslim Diingatkan Tak Meremehkan Pembuka Amal
Rahasia Bismillah: Kalimat Pembuka yang Sering Diremehkan Umat Muslim