Sunnah selalu memberi ruang, tidak kaku. Bila tidak ada kurma, berbuka dengan air tetap bernilai ibadah. Air adalah elemen paling dasar yang menghidupkan. Dan dalam banyak riwayat, Nabi juga melakukannya.
Baca Juga: Generasi Muda Tinggalkan Bismillah? IFA.id Soroti Dampaknya
Jadi, sunnah ini bukan beban, tetapi anjuran penuh kebijaksanaan.
Menghidupkan Sunnah dalam Keseharian
Berbuka dengan kurma mungkin terlihat sepele, tetapi justru di sanalah keindahan sunnah. Ia kecil, sederhana, tidak memaksa, namun penuh makna. IFA.id melihatnya sebagai pengingat bahwa ibadah sering dimulai dari hal kecil yang dilakukan dengan kesadaran besar.
Sunnah ini bukan hanya tentang apa yang dimakan, tetapi bagaimana seseorang menyambut waktu berbuka: dengan ketenangan, syukur, dan kesiapan untuk kembali terhubung dengan Tuhannya.
Mungkin itu sebabnya kurma terasa lebih manis saat berbuka. Ada sesuatu yang mengalir di balik rasa itu. Sesuatu yang telah diwariskan dari masa Nabi, dan terus hidup hingga hari ini.
Baca Juga: Bismillah dan Hidup Lebih Tenang: Pesan Mendalam dari Kalimat Suci
Artikel Terkait
Doa-doa Safar Sunnah Nabi yang Dibaca dalam Walimatu Safar
Makna Besar di Balik Bismillah: Muslim Diingatkan Tak Meremehkan Pembuka Amal
Rahasia Bismillah: Kalimat Pembuka yang Sering Diremehkan Umat Muslim