Kamis, 4 Juni 2026

Kurma Ajwa: Keistimewaan yang Disebut Nabi

- Senin, 24 November 2025 | 12:16 WIB
Kurma Ajwa khas Madinah, kurma hitam yang disebut Nabi sebagai kurma istimewa dengan manfaat spiritual dan kesehatan. (Foto/Ilustrasi)
Kurma Ajwa khas Madinah, kurma hitam yang disebut Nabi sebagai kurma istimewa dengan manfaat spiritual dan kesehatan. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - mencatat, ada satu jenis kurma yang selalu memancing rasa penasaran banyak orang. Namanya sederhana, bentuknya hitam gelap, ukurannya tidak terlalu besar.

Namun sejak berabad silam, kurma ini menempati tempat istimewa dalam hati umat Islam. Dialah Kurma Ajwa, kurma yang dalam sejumlah hadis disebut Nabi sebagai kurma pilihan.

Pernah ada satu momen ketika seorang jamaah haji bercerita tentang perjalanannya ke Madinah. Ia tidak terlalu hafal jenis kurma, bahkan tidak terlalu suka kurma sebenarnya.

Tetapi begitu menginjakkan kaki di pasar dekat Masjid Nabawi, pedagang kurma berulang kali menyebut satu nama. Ajwa.

Baca Juga: Apakah Kurma Bisa Jadi Obat? Pandangan Islam

Ia penasaran, mencicipinya, lalu terkejut karena rasa manisnya tidak menusuk, teksturnya lembut, dan ada aroma khas yang sulit digambarkan. Sejak itu ia mulai mencari tahu: apa yang membuat Ajwa begitu terkenal?

IFA.id merangkum sejarah, keutamaan, hingga hikmah spiritual kurma istimewa ini agar lebih mudah dipahami siapa pun yang ingin mengenal Ajwa lebih dalam.

Awal Mula Kepopuleran Ajwa

Sejarah mencatat bahwa Kurma Ajwa adalah varietas yang tumbuh di daerah Madinah sejak masa awal Islam.

Banyak ulama menyebut Ajwa sebagai kurma yang ditanam langsung oleh Nabi, sementara sebagian lain menjelaskan bahwa Ajwa sudah ada sebelum Islam namun diwariskan kepada umat untuk dimuliakan.

Baca Juga: 7 Manfaat Kurma Menurut Islam dan Sains Modern

Terlepas dari perdebatan sejarah, yang jelas Ajwa memiliki keterikatan geografis dengan Madinah. Setiap musim haji, kurma jenis ini laris dibeli jamaah dari seluruh dunia.

Bahkan beberapa tahun terakhir, IFA.id menemukan bahwa permintaan global terhadap Ajwa terus meningkat, bukan hanya karena rasa, tapi juga keyakinan spiritual yang menyertainya.

Ajwa dianggap sebagai bagian dari identitas Madinah. Ketika seseorang membawa Ajwa pulang, seakan membawa sepotong kenangan dari kota Rasul. Ada rasa rindu, ada nilai sejarah, sekaligus ada keyakinan bahwa kurma ini membawa keberkahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X