Kamis, 4 Juni 2026

Kurma Ajwa: Keistimewaan yang Disebut Nabi

- Senin, 24 November 2025 | 12:16 WIB
Kurma Ajwa khas Madinah, kurma hitam yang disebut Nabi sebagai kurma istimewa dengan manfaat spiritual dan kesehatan. (Foto/Ilustrasi)
Kurma Ajwa khas Madinah, kurma hitam yang disebut Nabi sebagai kurma istimewa dengan manfaat spiritual dan kesehatan. (Foto/Ilustrasi)

Di berbagai negara, Ajwa tidak hanya dimakan sebagai buah. Banyak yang menjadikannya bagian dari ritual keluarga, misalnya disajikan pada acara kumpul bersama, syukuran kecil, atau sebagai bingkisan untuk tamu kehormatan.

Beberapa orang juga menyajikannya sebagai hadiah kelahiran bayi atau ketika menjenguk orang sakit.

Baca Juga: Generasi Muda Tinggalkan Bismillah? IFA.id Soroti Dampaknya

Tradisi ini bukan sekadar mengikuti tren. Bagi banyak orang, Ajwa adalah simbol kebaikan. Memberikannya berarti memberikan doa. Menerimanya pun terasa berbeda, karena ada sejarah panjang di balik setiap butirnya.

Di Indonesia sendiri, Ajwa semakin populer terutama saat Ramadan dan musim haji. Banyak orang menjadikannya buah untuk berbuka, bukan hanya karena sunnah, tetapi juga karena teksturnya yang empuk.

IFA.id mencatat bahwa permintaan Ajwa di berbagai marketplace meningkat signifikan menjelang Ramadan, menunjukkan bahwa kurma ini telah menjadi bagian penting dari budaya makan masyarakat muslim modern.

Ajwa sebagai Pengingat Kesederhanaan dan Keberkahan

Pada akhirnya, apa yang membuat Ajwa begitu istimewa bukan hanya hadisnya, bukan hanya rasanya, dan bukan hanya tempat tumbuhnya.

Baca Juga: Bismillah dan Hidup Lebih Tenang: Pesan Mendalam dari Kalimat Suci

Ajwa mengajarkan satu hal penting: bahwa sesuatu yang kecil, sederhana, dan berasal dari tanah tandus bisa menjadi sumber keberkahan besar jika ditempatkan dengan benar dalam hati.

IFA.id melihat bahwa Ajwa menghubungkan masyarakat muslim dengan sejarah panjang, membawa rasa rindu pada Madinah, dan mengingatkan tentang jejak Rasul yang selalu sederhana namun penuh makna. Setiap kali Ajwa dikunyah, seolah ada perjalanan kecil menuju Madinah, meski hanya lewat rasa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X