Kamis, 4 Juni 2026

Tradisi Walimatu Safar di Nusantara: Sejarah, Kebiasaan, dan Perubahannya

- Sabtu, 22 November 2025 | 13:25 WIB
Walimatu Safar di Nusantara: Dari masa lalu hingga kini, sebuah tradisi yang terus berevolusi. (Foto/Ilustrasi)
Walimatu Safar di Nusantara: Dari masa lalu hingga kini, sebuah tradisi yang terus berevolusi. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id - pernah menghadiri sebuah acara kecil di sebuah kampung di Jawa Timur. Langit sore tampak merona, wangi kopi menyelinap dari dapur, dan beberapa tetangga duduk melingkar sambil menunggu satu momen penting: walimatu safar.

Seorang warga hendak berangkat merantau ke Kalimantan, dan sebelum meninggalkan kampung, ia mengundang keluarga serta para tetangga untuk memohon doa agar perjalanan dan masa tinggalnya diberkahi.

Momen sederhana itu terasa hangat, penuh kedekatan, dan menyimpan warisan panjang dari budaya Islam Nusantara.

Tradisi walimatu safar memang sudah akrab di berbagai daerah Indonesia. Mulai dari Jawa, Madura, Bugis, Minang, hingga Lombok, acara perpisahan sebelum perjalanan jauh ini menjadi ruang untuk merawat kekeluargaan.

Baca Juga: Walimatu Safar untuk Jamaah Umrah dan Haji: Bagaimana Tuntunan Syariat?

Namun menariknya, tidak semua orang memahami asal usulnya, bagaimana ia berkembang, serta apa saja nilai yang menyusunnya.

IFA.id mencoba merangkum jejak panjang tradisi ini dari sudut pandang sejarah, sosial, dan spiritual. Sebuah perjalanan kecil yang berusaha memahami bagaimana masyarakat Muslim Indonesia memadukan ajaran Islam dengan budaya lokal.

Akar Sejarah yang Tidak Selalu Ditulis

Tidak ada satu buku sejarah besar yang mencatat secara eksplisit kapan walimatu safar pertama kali muncul di Nusantara.

Namun sebagian peneliti budaya Islam Jawa menyebutkan bahwa tradisi ini tumbuh seiring masuknya ajaran Islam pada abad ke-13 hingga 16, ketika para ulama lokal mengajarkan pentingnya saling mendoakan sebelum seseorang melakukan perjalanan jauh.

Baca Juga: Adab Walimatu Safar: Doa, Niat, dan Etika Sebelum Bepergian

Pada masa itu, bepergian bukanlah perkara remeh. Laut sering dilanda badai, jalur darat dipenuhi risiko perampok, dan banyak orang tidak bisa memastikan apakah mereka bisa kembali. Sehingga, momen berpamitan menjadi sangat penting.

Di sinilah tradisi walimatu safar mendapatkan ruangnya. Masyarakat berkumpul, membaca doa keselamatan, dan memberikan restu. Budaya gotong royong yang sudah mengakar di Nusantara berpadu dengan nilai-nilai Islam, melahirkan tradisi penuh makna yang bertahan hingga sekarang.

IFA.id mencatat bahwa beberapa catatan kolonial Belanda bahkan menyebut tradisi serupa di pesisir Jawa abad ke-18, di mana keluarga mengadakan “jamuan doa” sebelum anggota keluarganya berlayar meninggalkan pelabuhan Gresik atau Jepara.

Meski istilah “walimatu safar” tidak muncul dalam catatan itu, pola kegiatan yang serupa menunjukkan bahwa ritual doa sebelum perjalanan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Muslim kala itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X