IFA.id - merangkum sebuah perjalanan yang sering terasa pelik: bagaimana mencintai diri tanpa berubah menjadi egois.
Banyak orang ingin hidup lebih tenang, lebih damai, lebih seimbang, tetapi sering kali bingung membedakan antara self-love yang menyehatkan dan self-centered yang justru menjauhkan dari nilai-nilai Islam.
Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, muncul satu pertanyaan: mungkinkah ajaran Islam mengajarkan konsep mencintai diri secara sehat? Jawabannya bukan hanya mungkin, tetapi sangat jelas.
Konsep cinta diri dalam Islam bukan sekadar merayakan keunikan pribadi, melainkan merawat amanah yang diberikan Allah, yaitu tubuh, hati, dan jiwa. Sebuah amanah yang perlu dijaga agar bisa digunakan untuk berbuat kebaikan.
Baca Juga: Membangun Self-Healing ala Islam yang Lebih Membumi
Awal dari Self-Love dalam Islam: Mengenal Diri sebagai Amanah
IFA.id mencatat satu fondasi penting. Dalam Islam, diri manusia bukan milik pribadi, melainkan titipan. Maka, merawat diri bukan tindakan egois, tetapi bentuk syukur.
Ketika seseorang menjaga kesehatan fisik, mental, dan spiritualnya, sebenarnya ia sedang menjalankan amanah. Itulah sebabnya para ulama klasik sering menekankan pentingnya menjaga akal, menjaga jiwa, dan menjaga tubuh.
Mencintai diri, dalam kerangka ini, berubah menjadi tindakan ibadah. Memberi makan tubuh dengan makanan baik, memberi istirahat saat lelah, memberi ruang bagi hati untuk beristighfar dan memulihkan luka, semua bagian dari ibadah yang tenang dan sunyi.
Mengapa Self-Love Penting untuk Kesehatan Mental?
Kesehatan mental bukan sekadar topik modern. Dalam banyak kitab, dijelaskan bahwa hati yang tenang adalah pintu kebahagiaan dan kunci produktivitas.
Baca Juga: Mengapa Dzikir Jadi Terapi Mental Paling Menenangkan?
Ketenangan hati membuat seseorang lebih siap menghadapi ujian, lebih sabar dalam menghadapi tekanan, lebih stabil dalam mengambil keputusan.
Artikel Terkait
Program Air Bersih AQUA Ciherang Bantu 7.110 Warga, Ini Soal Isu Kekeringan
Keutamaan Kurma dalam Ajaran Islam
Kurma, Buah Sunnah yang Sarat Manfaat