Kamis, 4 Juni 2026

Seni Mencintai Diri dalam Islam tanpa Jadi Egois

- Jumat, 21 November 2025 | 21:26 WIB
Merenungi makna mencintai diri dalam Islam, menemukan keseimbangan antara ketenangan batin dan tanggung jawab sebagai hamba. (Foto/Ilustrasi)
Merenungi makna mencintai diri dalam Islam, menemukan keseimbangan antara ketenangan batin dan tanggung jawab sebagai hamba. (Foto/Ilustrasi)

Memaafkan Diri: Salah Satu Bentuk Ibadah Hati

Salah satu hal terberat pada manusia adalah memaafkan diri sendiri.

Sering kali, seseorang bisa memaafkan orang lain jauh lebih cepat dibanding memaafkan kesalahan pribadi. Padahal, Islam mengajarkan bahwa setiap anak Adam pasti pernah keliru, dan yang terbaik adalah yang bertaubat.

Baca Juga: Kurma Ajwa dan Kisah Keutamaannya

Taubat adalah bentuk self-love: mengakui kesalahan, memperbaiki diri, lalu melepaskan beban.

Memelihara penyesalan secara berlebihan tidak pernah mengubah masa lalu. Yang berubah adalah masa depan, ketika seseorang memutuskan untuk bangkit.

Merawat Hati Lewat Doa dan Dzikir

Dzikir bukan hanya ritual, tetapi terapi kejiwaan. Banyak psikolog Muslim modern menjelaskan bahwa repetisi dzikir membuat detak jantung lebih stabil, meningkatkan perasaan tenang, dan menurunkan kecemasan.

Bila dilihat dari perspektif spiritual, dzikir adalah cara menambatkan diri pada Zat yang tidak pernah meninggalkan.

Baca Juga: Tradisi Mengonsumsi Kurma di Kalangan Muslim

Doa juga begitu. Doa adalah komunikasi paling intim antara hamba dan Tuhannya. Di dalamnya ada pengakuan, harapan, dan penyerahan diri yang menenangkan.

Untuk menguatkan hati, berikut doa pendek untuk ketenangan jiwa:

Allahumma inni as’aluka naf’an yanfa’, wa qalban khashi’a, wa nafsan mutma’inna.
(Ya Allah, aku memohon ilmu yang bermanfaat, hati yang khusyuk, dan jiwa yang tenang.)

Dan doa agar lebih mampu mencintai diri dengan cara yang benar:

Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaytana, wahab lana min ladunka rahmah, innaka antal Wahhab.
(Ya Tuhan kami, jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan karuniakanlah rahmat dari sisi-Mu. Engkaulah Maha Pemberi.)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X