Baca Juga: Kurma dan Kesehatan Menurut Perspektif Islam
Self-Love yang Membumi: Praktik Harian yang Sederhana
Banyak orang berpikir bahwa mencintai diri harus berupa perubahan besar. Padahal praktik sederhana jauh lebih nyata.
Beberapa contohnya:
– Mengatur waktu tidur agar tidak menguras energi.
– Memberi waktu istirahat saat pikiran terlalu penat.
– Mengurangi pergaulan yang menimbulkan cemas atau iri.
– Mengonsumsi bacaan yang mendekatkan kepada Allah.
– Meluangkan waktu muhasabah harian.
Hal-hal kecil seperti itu membuat hati lebih stabil. Ketika hati stabil, hubungan dengan Allah, manusia, dan diri sendiri menjadi lebih seimbang.
Baca Juga: Mengapa Kurma Dianjurkan Saat Berbuka?
Mencintai Diri agar Bisa Mencintai Orang Lain
Islam tidak memisahkan hubungan seseorang dengan dirinya dan dengan orang lain.
Seseorang yang membenci diri cenderung sulit memberi cinta. Seseorang yang lelah secara mental biasanya kesulitan menahan emosi.
Karena itu, self-love adalah fondasi agar seseorang mampu berbuat baik pada keluarga, teman, dan lingkungan.
Di titik ini, mencintai diri bukan lagi tindakan pribadi, tetapi kontribusi sosial.
Self-Love sebagai Jalan Pulang kepada Allah
IFA.id melihat bahwa self-love dalam Islam bukan sekadar tren modern, tetapi perjalanan spiritual.
Baca Juga: Mengapa Kurma Dianjurkan Saat Berbuka?
Ia dimulai dari mengenali diri sebagai amanah, diteruskan dengan merawat hati dengan doa dan dzikir, dibentuk melalui sabar dan syukur, kemudian tumbuh menjadi cinta yang membuat seseorang bermanfaat bagi orang lain.
Artikel Terkait
Program Air Bersih AQUA Ciherang Bantu 7.110 Warga, Ini Soal Isu Kekeringan
Keutamaan Kurma dalam Ajaran Islam
Kurma, Buah Sunnah yang Sarat Manfaat