Kamis, 4 Juni 2026

Tradisi Walimatu Safar di Nusantara: Sejarah, Kebiasaan, dan Perubahannya

- Sabtu, 22 November 2025 | 13:25 WIB
Walimatu Safar di Nusantara: Dari masa lalu hingga kini, sebuah tradisi yang terus berevolusi. (Foto/Ilustrasi)
Walimatu Safar di Nusantara: Dari masa lalu hingga kini, sebuah tradisi yang terus berevolusi. (Foto/Ilustrasi)

Baca Juga: Hukum Walimatu Safar dalam Islam: Antara Adat dan Syariat

IFA.id melihat bahwa meski bentuknya berbeda-beda, inti dari tradisi ini tetap sama: mempererat ikatan sosial dan memberikan bekal spiritual sebelum seseorang melangkah jauh dari rumah.

Pandangan Ulama dan Perkembangan Sikap Masyarakat

Apakah walimatu safar dianjurkan dalam Islam? Ulama memiliki ragam pandangan. Beberapa ulama kontemporer menyatakan bahwa tidak ada larangan untuk berkumpul dan berdoa bersama, selama tidak diyakini sebagai kewajiban agama.

Yang penting, acara ini dilakukan sebagai bentuk syukur dan permohonan kepada Allah, bukan sebagai ritual yang dianggap wajib.

Di beberapa pesantren besar, walimatu safar justru dianggap sebagai momentum baik. Banyak kiai mengajarkan bahwa seseorang yang bepergian jauh memang dianjurkan untuk memperbanyak doa dan meminta doa orang lain.

Baca Juga: Rahasia Manfaat Haji Menurut Islam

Yang menarik, sikap masyarakat terhadap tradisi ini mengalami perubahan. Dahulu, walimatu safar hampir selalu dilakukan sebelum merantau, berangkat haji, atau naik kapal besar antar pulau.

Namun kini, di era mobilitas yang begitu tinggi, tidak semua orang merasa perlu mengadakan acara khusus.

Sebagian menggantinya dengan kumpul kecil bersama keluarga, sebagian hanya saling bertukar pesan melalui grup keluarga, sementara sebagian lain tetap mempertahankan tradisi ini secara utuh.

Meski demikian, di banyak daerah pedesaan, tradisi walimatu safar masih hidup. Bahkan tampak seperti ruang sosial yang mempertemukan nilai religius, budaya, dan kehangatan warga kampung.

Baca Juga: Perjalanan haji sering digambarkan sebagai puncak ibadah, tetapi IFA.id melihatnya lebih jauh: haji adalah titik balik yang mengubah cara seseorang me

Perubahan Bentuk di Era Modern

Kehadiran teknologi telah mengubah cara orang mengadakan walimatu safar. Jika dulu acara harus dihadiri langsung, kini banyak keluarga melakukannya via video call. Ada pula yang membuat acara lebih kecil dan sederhana, bahkan sekadar doa bersama di ruang tamu tanpa mengundang banyak orang.

Namun esensinya bertahan: doa, restu, dan harapan baik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X