Kamis, 4 Juni 2026

Hukum Walimatu Safar dalam Islam: Antara Adat dan Syariat

- Sabtu, 22 November 2025 | 11:12 WIB
Suasana penyambutan dan pelepasan safar yang hangat, menggambarkan nilai doa dan kebersamaan dalam tradisi Islam Nusantara. (Foto/Ilustrasi)
Suasana penyambutan dan pelepasan safar yang hangat, menggambarkan nilai doa dan kebersamaan dalam tradisi Islam Nusantara. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - Pernah melihat seseorang mengadakan acara kecil, mengundang keluarga atau tetangga, lalu meminta doa sebelum berangkat jauh?

Tradisi itu dikenal sebagai walimatu safar. IFA.id mencatat, tradisi ini tumbuh kuat di banyak daerah Nusantara, terutama saat seseorang hendak pergi merantau, menunaikan haji atau umrah, pindah kota, atau memulai perjalanan panjang yang mungkin mengubah hidup. Tetapi pertanyaannya: bagaimana sebenarnya hukum walimatu safar dalam Islam?

Topik ini sering mengundang penasaran, sebab sebagian masyarakat melaksanakannya sebagai tradisi turun-temurun, sementara sebagian lain menganggapnya tidak diperlukan.

Untuk memahami duduk persoalannya, IFA.id merangkum pandangan ulama, konteks sejarah, serta makna spiritual di baliknya dalam tulisan panjang ini.

Baca Juga: Rahasia Manfaat Haji Menurut Islam

Apa Itu Walimatu Safar?

Secara bahasa, walimah berarti perkumpulan atau jamuan, sementara safar berarti perjalanan. Jadi, walimatu safar adalah kegiatan berkumpul untuk melepas seseorang yang hendak melakukan perjalanan jauh. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, walimatu safar biasanya berupa:

  • Permintaan doa keselamatan.

  • Silaturahmi terakhir sebelum berangkat.

  • Jamuan sederhana.

  • Penyampaian pesan moral dari keluarga atau tokoh masyarakat.

Tidak ada unsur ibadah tertentu yang ditetapkan syariat secara langsung. Ia lahir dari tradisi sosial, namun berisi nilai-nilai yang selaras dengan ajaran agama: doa, kebersamaan, dan saling menguatkan.

Baca Juga: Perjalanan haji sering digambarkan sebagai puncak ibadah, tetapi IFA.id melihatnya lebih jauh: haji adalah titik balik yang mengubah cara seseorang me

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X