Kamis, 4 Juni 2026

Benarkah Semua Produk Viral Itu Halal?

- Rabu, 19 November 2025 | 20:58 WIB
Keindahan sajian modern sering menipu mata, namun kehalalan selalu menjadi penentu ketenangan hati. IFA.id merangkum pentingnya bijak memilih kuliner viral. (Foto/Ilustrasi)
Keindahan sajian modern sering menipu mata, namun kehalalan selalu menjadi penentu ketenangan hati. IFA.id merangkum pentingnya bijak memilih kuliner viral. (Foto/Ilustrasi)

3. Tanyakan langsung kepada penjual

Hal sesederhana menanyakan bahan bisa menyingkap banyak hal. Produk yang aman biasanya transparan.

4. Hindari produk impor tanpa label bahasa Indonesia

Produk seperti ini sering masuk tanpa izin edar resmi sehingga tidak melalui pemeriksaan halal.

5. Jika ragu, lebih baik ditinggalkan

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa meninggalkan syubhat membawa ketenangan hati. Semakin mudah tren makanan viral bermunculan, semakin besar peran masyarakat untuk bijak memilih.

Baca Juga: Perkuat Komunikasi, DPRD Kota Bekasi Dorong Pembangunan Sekretariat RW di Seluruh Wilayah Kota

Tren Makanan Viral: Belajar Dari Kasus Nyata

IBA.id sering menerima laporan terkait produk viral yang akhirnya bermasalah. Misalnya, beberapa waktu lalu, minuman manis dari luar negeri ramai dibahas karena mengandung gelatin babi. Ada pula kasus dessert yang memakai emulsifier impor tanpa sertifikasi. Bahkan daging premium sering ditemukan tidak jelas sumber penyembelihannya.

Contoh-contoh seperti ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan menjadi pengingat bahwa popularitas bukan jaminan keamanan halal. Justru semakin viral suatu produk, semakin tinggi potensi masyarakat mengonsumsinya tanpa cek lebih dulu.

Pilihan Konsumsi Halal: Membangun Budaya Baru

Ketika masyarakat semakin peduli halal, maka pelaku usaha juga akan mengikuti. Banyak UMKM kini mulai mengurus sertifikasi halal agar tidak kehilangan kepercayaan pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa budaya halal bisa terbentuk jika masyarakat memberi tekanan secara positif.

IFA.id melihat pergeseran menarik. Kini banyak pembeli yang bertanya “Ini sudah halal?” sebelum bertanya “Ini enak tidak?”. Pergeseran ini menggambarkan kesadaran baru, bahwa kelezatan tidak berarti apa-apa jika tidak membawa ketenangan batin.

Baca Juga: Rotasi 250 ASN, DPRD Kota Bekasi Panggil BKPSDM dan Sekda untuk Klarifikasi

Viral Boleh, Halal Wajib

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X