Kamis, 4 Juni 2026

Dunia Bukan Tujuan Akhir, Tapi Jalan Pulang yang Harus Ditempuh

- Selasa, 4 November 2025 | 12:55 WIB
Dunia bukan tujuan akhir, hanya jalan pulang yang harus ditempuh dengan hati tenang dan langkah penuh makna. (Foto/Ilustrasi)
Dunia bukan tujuan akhir, hanya jalan pulang yang harus ditempuh dengan hati tenang dan langkah penuh makna. (Foto/Ilustrasi)

Di era serba cepat dan digital, banyak orang kehilangan arah karena terlalu fokus pada “tampilan hidup”. Semua diukur dari jumlah like, views, dan pencapaian yang bisa dilihat orang lain.

Baca Juga: Dari Kantor ke Masjid: Cerita Nyata Profesional yang Menemukan Makna Ibadah dalam Pekerjaan

Namun kebahagiaan sejati tidak lahir dari pengakuan, tapi dari ketenangan batin yang tumbuh ketika seseorang berdamai dengan dirinya sendiri dan Tuhannya.

IFA.id menemukan bahwa banyak generasi muda kini mulai kembali mencari makna — lewat journaling, refleksi malam, hingga puasa media sosial. Semua upaya itu sesungguhnya adalah panggilan hati untuk “pulang”.

Bekal di Jalan Pulang

Setiap perjalanan membutuhkan bekal. Dan bekal terbaik di jalan ini bukan uang atau status, melainkan iman, amal, dan hati yang tenang.

Allah berfirman dalam QS. Al-Kahfi: 46: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan dunia, tetapi amal saleh yang kekal lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik untuk menjadi harapan.”

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh, Iman Tersentuh: Filosofi ‘Kerja adalah Ibadah’ Menyentuh Generasi Muda

IFA.id menekankan, dunia boleh dicintai, tapi jangan dijadikan pusat cinta. Sebab cinta yang terlalu dalam pada dunia sering kali membuat seseorang lupa pada keabadian.

Doa Jalan Pulang

Agar langkah di dunia tetap dalam arah yang benar, berikut doa yang bisa diamalkan:

اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلاَ إِلَى النَّارِ مَصِيرَنَا

Allāhumma lā taj‘alid-dunyā akbara hamminā, walā mablagha ‘ilminā, walā ilā an-nāri maṣīranā.

Artinya:
“Ya Allah, jangan jadikan dunia sebagai tujuan utama kami, jangan jadikan ilmu kami berhenti pada urusan dunia, dan jangan jadikan tempat kembali kami ke neraka.” (HR. Tirmidzi)

Baca Juga: Hujan, Cinta, dan Keajaiban Waktu: Cerita Kecil Tentang Doa yang Dikabulkan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X