Doa ini menenangkan, karena mengingatkan bahwa yang utama bukanlah seberapa lama seseorang hidup, tetapi seberapa baik ia menggunakan waktunya di dunia yang singkat ini.
Dunia yang Layak Dilewati
Hidup ini seperti jalan panjang dengan banyak persimpangan. Kadang seseorang tersesat, kadang harus berhenti, kadang harus berlari. Tapi tak apa — selama arah pulangnya tetap sama: menuju ridha Allah.
IFA.id mengajak untuk tidak takut menjalani dunia, tapi juga tidak terlena olehnya. Jalani dengan hati yang sadar, langkah yang tenang, dan pandangan yang jauh ke depan. Sebab dunia memang sementara, tapi bekasnya abadi.
Maka berjalanlah dengan lembut, sebab setiap langkah adalah bagian dari perjalanan pulang yang suci.
Baca Juga: Kerja Keras dengan Hati Lillah: Tren Baru Profesional Muslim di Era Digital
Artikel Terkait
Bangun Pagi, Niat Suci: Begini Cara Menjadikan Pekerjaan Sebagai Ibadah
Dari Sawah ke Kota: Bagaimana Hujan Menjadi Sumber Kehidupan
Belajar Ikhlas dari Kematian: Saat Dunia Tak Lagi Menjadi Tujuan
Sementara di Dunia, Selamanya di Akhirat: Menata Arah Hidup
Jika Dunia Sementara, Mengapa Kita Tak Menjadi Lebih Tenang?