IFA.id - Pernah ada momen ketika langit menangis terlalu lama. Air turun tanpa henti, menutup jalan, menenggelamkan sawah, bahkan memisahkan keluarga.
Di layar televisi, berita banjir bergulir nyaris setiap tahun. Tapi di balik itu semua, Islam mengajarkan satu hal sederhana: tidak ada setetes air pun yang turun tanpa izin Allah.
Hujan, dalam pandangan iman, bukan hanya fenomena cuaca. Ia adalah ayat tanda kebesaran Allah yang bisa menjadi rahmat atau peringatan.
Rasulullah SAW sendiri pernah menatap hujan dengan wajah gembira. Tapi beliau juga menangis saat melihat umatnya dilanda banjir. Antara kasih dan ujian, di situlah makna hujan terletak.
Baca Juga: Hujan dan Keseimbangan Bumi: Pelajaran Tauhid dari Alam
Hujan: Antara Rahmat dan Peringatan
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pepohonan dan biji-bijian yang dipanen.” (QS. Qaf: 9)
Namun di ayat lain, hujan bisa juga menjadi azab: “Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan air yang tercurah.”
(QS. Al-Qamar: 11)
Ayat ini turun tentang kisah kaum Nabi Nuh yang dibinasakan oleh air bah. Dua wajah hujan rahmat dan azab selalu hadir bersisian. Dalam setiap tetesnya, ada pelajaran tentang ketergantungan manusia pada kekuasaan Sang Khalik.
IFA.id mencatat, banyak ulama menafsirkan hujan sebagai ujian kesabaran dan ketundukan. Ujian bagi mereka yang kehilangan, sekaligus peringatan bagi yang lalai.
Baca Juga: Antara Rahmat dan Azab: Dua Wajah Hujan dalam Al-Qur’an
Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan agar setiap kali hujan turun, seorang mukmin mengingat kebesaran Allah dan memohon keselamatan bagi dirinya serta sesamanya.
Ketika Dunia Dilanda Banjir
Beberapa tahun terakhir, banyak negeri muslim menghadapi curah hujan ekstrem: dari Jakarta, Aceh, hingga Pakistan dan Turki. Foto-foto banjir besar menyebar di media sosial.
Artikel Terkait
Ketika Tradisi Bertentangan dengan Tauhid
Budaya yang Tak Disadari Melanggar Syariat
Antara Adat dan Ibadah: Di Mana Batasnya?
Meluruskan Tradisi: Islam Melawan Kebiasaan Jahiliyah Modern