Kamis, 4 Juni 2026

Riba dalam Pandangan Al-Qur’an: Tegasnya Larangan yang Sering Diabaikan

- Senin, 27 Oktober 2025 | 12:59 WIB
Larangan riba dalam Islam adalah peringatan moral dan ekonomi agar manusia hidup adil dan penuh berkah – IFA.id (Foto/Ilustrasi)
Larangan riba dalam Islam adalah peringatan moral dan ekonomi agar manusia hidup adil dan penuh berkah – IFA.id (Foto/Ilustrasi)

Alternatif Ekonomi Syariah

Larangan riba bukan berarti Islam menolak sistem keuangan. Justru sebaliknya, Islam mendorong inovasi ekonomi yang adil. Sistem seperti mudharabah (bagi hasil), musyarakah (kemitraan), dan murabahah (jual beli dengan margin disepakati) menjadi solusi konkret.

Baca Juga: Dari Ketenangan ke Kehancuran: Bahaya Riba dalam Hidup Sehari-hari

IFA.id menyoroti bahwa konsep ini sedang berkembang pesat di dunia: dari bank syariah di Timur Tengah hingga fintech halal di Indonesia. Nilainya bukan sekadar pada label “syariah”, tapi pada prinsip: keadilan, transparansi, dan keberkahan.

Ekonomi tanpa riba berarti ekonomi yang berbagi risiko dan hasil bukan yang mengorbankan satu pihak demi keuntungan pihak lain.

Ayat yang Menggetarkan: Ancaman bagi Pelaku Riba

Al-Qur’an tidak hanya melarang, tetapi juga menggambarkan kondisi mereka yang tetap bersikeras dengan riba: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran tekanan penyakit gila.” (QS. Al-Baqarah: 275)

Ayat ini menggambarkan kekacauan moral dan spiritual pelaku riba hidupnya tidak tenang, pikirannya kacau, hatinya gelisah.

Baca Juga: Riba dan Krisis Keuangan: Bukti Nyata Kebijaksanaan Islam

Di akhir ayat, Allah menegaskan bahwa mereka yang berhenti setelah mendapat peringatan akan diampuni, tetapi yang kembali melakukannya, “mereka itu penghuni neraka, kekal di dalamnya.”

Riba: Dosa Sosial, Bukan Sekadar Individu

Dalam masyarakat modern, riba sudah menjadi bagian sistemik dari kartu kredit hingga pinjaman daring. Itulah sebabnya larangan ini sering diabaikan, bukan karena tidak tahu, tapi karena sudah terbiasa.

IFA.id menegaskan bahwa riba bukan hanya dosa individu, tapi juga dosa sosial. Ia menciptakan ketimpangan struktural yang menindas. Solusinya bukan sekadar berhenti berhutang, tapi membangun ekosistem ekonomi yang lebih manusiawi dan sesuai nilai-nilai Islam.

Larangan riba bukan bentuk pembatasan, melainkan perlindungan. Allah melarang bukan karena ingin membatasi rezeki, tapi karena ingin membersihkannya dari ketidakadilan. Seseorang bisa kaya tanpa riba, tapi tak seorang pun bisa tenang dengan harta yang tumbuh darinya.

Baca Juga: Mengapa Riba Diharamkan? Inilah Alasan Ilmiah dan Spiritualnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X