Kamis, 4 Juni 2026

Dari Ketenangan ke Kehancuran: Bahaya Riba dalam Hidup Sehari-hari

- Senin, 27 Oktober 2025 | 12:41 WIB
Riba menjanjikan kemudahan sementara, tapi menyisakan beban panjang. Pilihlah keberkahan, bukan bunga yang menjerat. (Foto/Ilustrasi)
Riba menjanjikan kemudahan sementara, tapi menyisakan beban panjang. Pilihlah keberkahan, bukan bunga yang menjerat. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - Pernahkah seseorang merasa hidupnya tenang setelah berhutang dengan bunga? Mungkin di awal terasa ringan, tapi perlahan segalanya berubah:

tidur tak nyenyak, rezeki terasa seret, dan hati penuh resah. Itulah awal dari cerita yang tampak kecil, namun berujung pada jurang besar bernama riba.

IFA.id mencatat, riba bukan hanya istilah dalam kitab suci, tapi fenomena nyata yang menggerogoti banyak lapisan masyarakat modern.

Mulai dari karyawan yang terlilit cicilan kartu kredit, pedagang kecil yang terjerat pinjaman online, hingga negara yang bergantung pada utang berbunga tinggi.

Semua berawal dari keinginan mencari ketenangan instan, namun berakhir pada kehancuran finansial dan spiritual.

Baca Juga: Riba dan Krisis Keuangan: Bukti Nyata Kebijaksanaan Islam

Riba: Dosa Besar yang Dianggap Biasa

Dalam Islam, riba adalah salah satu dosa besar yang disebut secara tegas dalam Al-Qur’an. Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 275: “Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran gila.”

Ayat ini bukan sekadar ancaman metaforis. Para ulama menjelaskan bahwa mereka yang hidup dengan riba akan kehilangan ketenangan batin dan arah hidup. Tubuh mungkin sehat, tapi jiwanya selalu gelisah.

Namun ironisnya, di zaman modern, riba telah berubah wajah. Ia tampil rapi, legal, dan bahkan dianggap bagian dari kemajuan ekonomi.

Riba dalam Kehidupan Modern

IFA.id menelusuri sejumlah kisah nyata tentang mereka yang terjerat sistem riba tanpa sadar. Salah satunya adalah kisah Dini, seorang pegawai swasta di Jakarta.

Baca Juga: Mengapa Riba Diharamkan? Inilah Alasan Ilmiah dan Spiritualnya

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Menebar Senyum, Menebar Pahala

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X