Kamis, 4 Juni 2026

Dari Ketenangan ke Kehancuran: Bahaya Riba dalam Hidup Sehari-hari

- Senin, 27 Oktober 2025 | 12:41 WIB
Riba menjanjikan kemudahan sementara, tapi menyisakan beban panjang. Pilihlah keberkahan, bukan bunga yang menjerat. (Foto/Ilustrasi)
Riba menjanjikan kemudahan sementara, tapi menyisakan beban panjang. Pilihlah keberkahan, bukan bunga yang menjerat. (Foto/Ilustrasi)

Riba vs Keadilan Sosial

Dalam sistem riba, orang kaya semakin kaya karena keuntungan dijamin, sementara yang miskin makin terpuruk karena bunga terus menekan.

Baca Juga: Pesantren Kilat Kreatif: Belajar Agama Lewat Drama, Film, dan Podcast

Sebuah laporan dari World Inequality Database (2024) menunjukkan bahwa kesenjangan ekonomi di dunia semakin melebar karena sistem pinjaman berbunga tinggi yang menjerat kelas menengah ke bawah.

Islam datang membawa alternatif yang manusiawi: zakat, infak, sedekah, dan sistem ekonomi berbasis kerja sama. Semua berakar pada prinsip ta’awun—tolong menolong dalam kebaikan, bukan menindas demi keuntungan pribadi.

Riba dalam Keseharian: Tidak Hanya di Bank

Bahaya riba sering disalahpahami seolah hanya milik lembaga keuangan besar. Padahal, praktiknya bisa muncul dalam hal kecil:

  • Menjual barang dengan sistem kredit berbunga,

  • Pinjam uang dengan syarat pengembalian lebih,

  • Atau bahkan “uang jasa” dalam hutang pribadi.

IFA.id mengingatkan, hal-hal seperti ini perlu disadari sejak awal agar tidak terjerumus dalam praktik yang sama. Karena setiap tambahan dari hutang, yang disepakati di awal sebagai syarat, sudah termasuk dalam kategori riba menurut banyak ulama.

Baca Juga: Kebaikan yang Menular: Saat Hati Menjadi Sumber Inspirasi

Kisah Perubahan: Dari Riba ke Hidup Berkah

Salah satu kisah inspiratif datang dari Hadi, seorang pengusaha muda di Bandung. Setelah mengalami kebangkrutan akibat pinjaman berbunga, Hadi memutuskan berhenti dari sistem konvensional dan beralih ke pembiayaan syariah.

“Awalnya berat,” katanya, “tapi pelan-pelan rezeki jadi lebih tenang, usaha berkembang tanpa beban bunga.”

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Menebar Senyum, Menebar Pahala

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X