IFA.id -- ZUS Coffee, jaringan kedai kopi terbesar di Malaysia, merencanakan ekspansi besar-besaran dengan membuka hampir 200 gerai baru di Asia Tenggara pada tahun 2025, termasuk peluncuran pertamanya di Indonesia dan Thailand.
Perusahaan ini akan menambah setidaknya 107 toko di Malaysia, sekitar 80 di Filipina, dan enam di Singapura.
Ekspansi ini didukung oleh investasi sebesar RM250 juta (sekitar USD 57,5 juta) yang diperoleh pada September 2024.
Baca Juga: CELIOS dan Greenpeace: Fokus Energi Terbarukan Bisa Serap 20 Juta Tenaga Kerja
ZUS Coffee berhasil melampaui Starbucks sebagai jaringan kopi terbesar di Malaysia pada awal 2024, dengan 743 gerai dibandingkan 320 milik Starbucks .
Keberhasilan ini didukung oleh strategi harga yang kompetitif, dengan harga kopi sekitar 20% lebih murah dari pesaing utama, serta adaptasi rasa lokal seperti minuman gula melaka di Malaysia dan kopi rasa ubi ungu di Filipina.
Didirikan pada akhir 2019 sebagai kios kopi dengan fokus pada pengiriman melalui aplikasi seluler, ZUS Coffee mengalami pertumbuhan pesat selama pandemi COVID-19, dengan sekitar 70% penjualan berasal dari saluran online .
Laba bersih perusahaan meningkat tiga kali lipat menjadi RM37 juta (sekitar USD 8,4 juta) pada tahun 2024.
Baca Juga: Antam Ingin Kelola Lagi IUP yang Dicabut, ESDM Tegaskan Harus Lewat Lelang
Di Indonesia, ZUS Coffee berencana membuka gerai pertamanya tahun ini, bersaing dengan pemain lokal seperti Kopi Kenangan dan Fore Coffee.
Dengan strategi harga yang terjangkau dan penyesuaian produk dengan selera lokal, ZUS Coffee optimis dapat menarik konsumen Indonesia dan memperluas pangsa pasarnya di kawasan ini.
Ekspansi ini mencerminkan ambisi ZUS Coffee untuk memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri kopi Asia Tenggara, dengan fokus pada inovasi produk, efisiensi operasional, dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.