ekonomi-bisnis

Menteri Perdagangan: Produk Fesyen Lokal Berpotensi Tinggi untuk Ekspor

Sabtu, 15 Maret 2025 | 14:24 WIB
Peragaan busana 3second x JF3. (foto/instagram@jf3_info)

IFA.id -- Pada 14 Maret 2025, Menteri Perdagangan Budi Santoso menghadiri pameran "Ramadan Nostalgic 2025" yang diselenggarakan oleh Scarf Media di Mal Ratu Plaza, Jakarta.

Acara ini bertujuan mempromosikan produk fesyen lokal, termasuk busana muslim, hijab, sepatu, dan aksesori lainnya.

Mendag Budi menilai bahwa produk-produk yang dipamerkan memiliki kualitas tinggi dan berpotensi besar untuk menembus pasar ekspor. 

Dalam kunjungannya, Mendag Budi berdiskusi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berpartisipasi dalam pameran.

Baca Juga: Kenaikan Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga pada Maret 2025: Analisis dan Dampaknya

Ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran untuk memasarkan produk lokal.

Selain itu, Mendag Budi menyatakan bahwa Kementerian Perdagangan siap memfasilitasi kurasi produk dan mencarikan pembeli mancanegara bagi UMKM yang ingin mengekspor produknya. 

Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah mengikutsertakan UMKM dalam program "business matching".

Program ini bertujuan mempertemukan pelaku usaha potensial dengan calon pembeli internasional melalui perwakilan perdagangan di 33 negara.

Baca Juga: Gelombang PHK Melanda Industri Tekstil, Pemerintah Ambil Langkah Strategis

Dengan demikian, UMKM diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar mereka ke kancah global. 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menambahkan bahwa Kementerian Perdagangan memiliki berbagai program untuk mendukung pemasaran produk fesyen lokal.

Program-program tersebut meliputi kemitraan dengan ritel modern, toko serba ada, platform e-commerce, Hari Belanja Online Nasional, kampanye "Bangga Buatan Indonesia", dan sosialisasi kecintaan produk dalam negeri.

Baca Juga: Dua Kecelakaan di Jalur Puncak Cianjur: Satu Tewas, Lima Luka-Luka

Halaman:

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB