Jumat, 17 Juli 2026

Investasi Halal: Tren Baru Kaum Muda Muslim di Era 5.0

- Kamis, 9 Oktober 2025 | 16:16 WIB
Investasi Halal: Tren Baru Kaum Muda Muslim di Era 5.0 (Foto/Ilustrasi)
Investasi Halal: Tren Baru Kaum Muda Muslim di Era 5.0 (Foto/Ilustrasi)

Menurut Ustadz Fathurrahman Yusuf, pengajar fiqih muamalah,
“Ini bukan tren, tapi kebangkitan etika finansial Islam. Anak muda sadar, keberkahan datang bukan dari seberapa besar keuntungan, tapi seberapa halal caranya.”

IFA.id menulis, dunia boleh berubah digital, tapi prinsip halal tetap jadi kompas moral.

Banyak yang masih mengira bahwa investasi saham identik dengan spekulasi. Namun pasar modal syariah berbeda.
Di dalamnya, hanya perusahaan yang tidak bergerak di bidang haram — seperti riba, minuman keras, perjudian, atau pornografi — yang boleh diinvestasikan.

Daftar saham syariah dikeluarkan langsung oleh OJK dan DSN-MUI setiap semester.
Selain itu, sistem bagi hasil dan transparansi menjadi prinsip utama.

Baca Juga: Bank Syariah Catat Rekor Pertumbuhan di Tengah Krisis Global

“Investasi halal bukan berarti pasif. Justru ini cara produktif untuk menumbuhkan ekonomi umat,” kata Zahra Hanifa, analis pasar modal syariah.
“Generasi Z Muslim kini tidak hanya ingin menjadi konsumen, tapi pemilik saham dalam sistem yang berkah.”

Selain saham, fintech peer-to-peer lending berbasis syariah juga berkembang pesat.
Platform seperti Alami, Investree Syariah, dan Ammana membuka peluang investasi dengan akad yang sesuai syariat — tanpa bunga, tanpa spekulasi.

Investor dapat menyalurkan modal kepada UMKM dengan sistem bagi hasil yang transparan.
Bagi penerima modal, mereka terbebas dari tekanan bunga tinggi yang sering menjerat pengusaha kecil.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan 2025, nilai pembiayaan melalui fintech syariah mencapai Rp 17 triliun, meningkat 35% dari tahun sebelumnya.

Meski trennya naik, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara investasi halal dan konvensional.

Baca Juga: UMKM Syariah Bangkit, Buka Peluang Ekonomi Umat
“Masih banyak yang berpikir, asal niatnya baik berarti halal. Padahal akad dan instrumen juga harus jelas,” kata Dr. Luthfi Rahman, dosen ekonomi Islam UIN Bandung.

IFA.id mencatat, banyak komunitas hijrah kini membuka kelas literasi keuangan halal, seperti #HalalFinTalks, Hijrah Finansial Academy, hingga Muslimpreneur Hub.
Gerakan ini menjadi jembatan antara spiritualitas dan literasi keuangan modern.

Investasi halal tidak hanya menjanjikan hasil duniawi, tapi juga nilai akhirat.
Konsepnya bukan sekadar “cuan”, tapi maslahah — manfaat bersama yang menumbuhkan ekonomi umat.

“Setiap rupiah yang diinvestasikan di jalan halal akan menjadi amal jariyah jika hasilnya digunakan untuk kebaikan,” ujar Ustadzah Muna Kurnia, pendakwah ekonomi Islam.

Baca Juga: Makna Gerhana bagi Jiwa Modern: Ketika Langit Menegur dengan Lembut

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X