Kamis, 4 Juni 2026

Perjalanan George Quek Meng Tong: Dari Penjual Permen Tradisional hingga Pendiri BreadTalk

- Sabtu, 15 Maret 2025 | 14:33 WIB
George Quek Meng Tong, founder dan owner BreadTalk. (Foto/The Straits Time)
George Quek Meng Tong, founder dan owner BreadTalk. (Foto/The Straits Time)

IFA.id -- George Quek Meng Tong, lahir pada 1957 di Singapura, dikenal sebagai pendiri BreadTalk Group, jaringan toko roti internasional.

Berasal dari keluarga sederhana, ayahnya seorang petani sayur yang kemudian menjadi nelayan, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.

Sejak kecil, Quek menunjukkan minat dalam seni dan memenangkan beberapa penghargaan di bidang tersebut.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Xinmin Secondary School, Quek melanjutkan studi di Singapore Art Academy sambil bekerja sebagai teknisi kabel untuk membiayai pendidikannya.

Baca Juga: Menteri Perdagangan: Produk Fesyen Lokal Berpotensi Tinggi untuk Ekspor

Pada usia 20 tahun, ia bergabung dengan dinas militer Singapura dan mencapai pangkat sersan mayor.

Namun, merasa kurang berkembang, ia memutuskan keluar dari militer untuk mencari peluang lain.

Pada 1982, Quek merantau ke Taiwan dengan niat melanjutkan pendidikan seni, tetapi justru memulai bisnis menjual permen tradisional "dragon's beard candy" di pusat perbelanjaan Taipei.

Bersama istrinya, Katherine Lee Lih Leng, yang ia temui saat bekerja di Hong Kong, mereka berhasil mengembangkan bisnis permen tersebut.

Baca Juga: Kenaikan Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga pada Maret 2025: Analisis dan Dampaknya

Dengan modal pinjaman dari ayahnya, Quek dan istrinya membuka kios permen yang menjadi favorit di Taiwan, menghasilkan laba penjualan hingga US$240.000 per bulan.

Setelah sukses dengan bisnis permen, Quek mencoba memperkenalkan makanan khas Singapura, seperti mie babi cincang (bak chor mee), di Taiwan dengan membuka kedai "Singa".

Meskipun awalnya gagal, ia bangkit kembali dengan konsep baru, menggandeng koki berpengalaman, dan menambahkan varian menu seperti sate, nasi ayam Hainan, dan mie udang. Kali ini, bisnisnya sukses besar, dengan 21 cabang di Taiwan.

Baca Juga: Gelombang PHK Melanda Industri Tekstil, Pemerintah Ambil Langkah Strategis

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shinta Sukmawati Khiran

Sumber: wartaekonomi.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X