“Awalnya saya sholat hanya ikut-ikutan. Tapi lama-lama saya sadar, sholat yang saya jaga membuat saya lebih percaya diri di tengah teman-teman. Identitas saya jelas: saya Muslim, dan itu bukan halangan untuk tetap keren.”
Tentu, menjaga sholat di era digital tidak mudah. Game online, scroll media sosial, atau rapat daring sering membuat anak muda lupa waktu. Namun, justru di situlah nilai sholat. Ia melatih konsistensi di tengah distraksi.
Sebuah penelitian dari Oxford Internet Institute (2021) menunjukkan bahwa orang yang mampu menetapkan batasan waktu di dunia digital cenderung lebih sehat mentalnya. Dalam konteks Muslim, batasan itu hadir lewat panggilan sholat.