“Awalnya saya sholat hanya ikut-ikutan. Tapi lama-lama saya sadar, sholat yang saya jaga membuat saya lebih percaya diri di tengah teman-teman. Identitas saya jelas: saya Muslim, dan itu bukan halangan untuk tetap keren.”
Tentu, menjaga sholat di era digital tidak mudah. Game online, scroll media sosial, atau rapat daring sering membuat anak muda lupa waktu. Namun, justru di situlah nilai sholat. Ia melatih konsistensi di tengah distraksi.
Sebuah penelitian dari Oxford Internet Institute (2021) menunjukkan bahwa orang yang mampu menetapkan batasan waktu di dunia digital cenderung lebih sehat mentalnya. Dalam konteks Muslim, batasan itu hadir lewat panggilan sholat.
Artikel Terkait
Perjuangan Nabi Nuh dalam Berdakwah: Penolakan Kaumnya, Perintah Membangun Kapal, dan Banjir Besar sebagai Azab Allah
Perjuangan Nabi Ayub: Kesabaran dalam Menghadapi Ujian, Keteguhan Iman, dan Rahmat Allah bagi Hamba yang Taat
Hukum Hutang Piutang dalam Islam: Dalil, Etika, Prinsip Syariah, dan Konsekuensi bagi yang Tidak Melunasi Kewajibannya
Akikah dan Qurban dalam Islam: Hukum, Dalil, Tata Cara Pelaksanaan, serta Keutamaan Berbagi dengan Sesama
Menyeimbangkan Ikhtiar dan Tawakal: Kunci Sukses dalam Usaha, Kepasrahan kepada Allah, dan Kehidupan yang Penuh Berkah
Kisah Nabi Isa AS dalam Islam: Mukjizat Kelahiran, Dakwah, Pengangkatan ke Langit, dan Perannya di Akhir Zaman