IFA.id -- Akikah dan qurban merupakan dua ibadah penting dalam Islam yang melibatkan penyembelihan hewan sebagai bentuk penghambaan kepada Allah serta wujud kepedulian sosial terhadap sesama.
Keduanya memiliki keutamaan dan hukum tersendiri yang perlu dipahami oleh umat Islam agar dapat melaksanakannya dengan benar sesuai dengan tuntunan syariat.
Pengertian dan Hukum Akikah
Akikah adalah ibadah yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang anak dengan menyembelih hewan tertentu. Ibadah ini didasarkan pada hadis Rasulullah ﷺ yang bersabda:
“Setiap anak tergadai dengan akikahnya, maka sembelihlah untuknya pada hari ketujuh, berilah nama, dan cukurlah rambutnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Baca Juga: Dari Pedagang Sederhana, Pengusaha Ini Sukses Kembangkan Bisnis Pecel Lele
Mayoritas ulama berpendapat bahwa akikah hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Jika tidak mampu melaksanakannya pada hari ketujuh, maka boleh dilakukan pada hari ke-14, ke-21, atau waktu lain ketika memiliki kemampuan.
Dalam pelaksanaannya, anak laki-laki disunnahkan untuk disembelihkan dua ekor kambing atau domba, sedangkan anak perempuan cukup satu ekor kambing atau domba.
Hewan yang digunakan harus sehat dan memenuhi syarat sebagaimana hewan qurban. Daging akikah boleh dibagikan dalam keadaan mentah atau sudah dimasak, dan dianjurkan agar sebagian dikonsumsi sendiri serta sisanya dibagikan kepada kerabat dan fakir miskin.
Baca Juga: Tape Ketan Harum Sari, Usaha Kuliner yang Tak Pernah Mengecewakan Rasa
Pengertian dan Hukum Qurban
Qurban adalah ibadah penyembelihan hewan yang dilakukan pada Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan hari-hari tasyrik (11-13 Dzulhijjah) sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah. Perintah berqurban disebutkan dalam Al-Qur'an:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
Rasulullah juga bersabda:
“Barang siapa yang memiliki kelapangan (harta) tetapi tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim)
Baca Juga: Kisah Sukses Penjual Coto Makassar dengan Omzet Puluhan Juta per Hari
Artikel Terkait
Ketika Rencana Gagal, Ini Pelajaran Berharga yang Bisa Kita Dapatkan
Dari Rumah Sederhana, Bisnis Kopi Ini Sukses Menembus Pasar Nasional
Jangan Putus Asa! Allah Selalu Menyiapkan yang Terbaik untuk Kita
Kisah Sukses Penjual Coto Makassar dengan Omzet Puluhan Juta per Hari
Tape Ketan Harum Sari, Usaha Kuliner yang Tak Pernah Mengecewakan Rasa