IFA.id – Hidup di era digital bagaikan berada di tengah lautan informasi tanpa batas. Scroll media sosial tak pernah berhenti, notifikasi selalu berdenting, dan atensi seakan jadi barang langka. Lalu, bagaimana generasi muda menjaga jati dirinya agar tak larut dalam derasnya arus digital? Salah satu jawabannya sederhana: sholat.
Baca Juga: Rahasia Takdir: Memahami Iman kepada Qadha dan Qadar agar Hidup Lebih Tenang
Generasi Z dikenal sebagai generasi online. Identitas mereka sering dibangun dari konten media sosial: likes, followers, dan komentar. Namun, di balik layar yang berkilau, banyak anak muda merasa kehilangan arah dan jati diri.
Baca Juga: Tauhid: Kunci Hidup Tenang & Bahagia di Dunia dan Akhirat
IFA.id mencatat survei dari We Are Social 2023 yang menyebutkan bahwa 7 dari 10 remaja di Indonesia pernah merasa cemas atau tertekan karena dunia digital.Di tengah tekanan itu, sholat hadir sebagai jangkar yang menahan agar identitas tidak mudah tergoyahkan.
Baca Juga: Menjelajahi 6 Pilar Keimanan dalam Islam: Rukun Iman secara Lengkap
Sholat adalah momen kembali. Saat azan berkumandang, dunia maya bisa ditunda sebentar. Di atas sajadah, anak muda menemukan ruang tenang yang tak bisa digantikan layar digital.
Menurut psikolog perkembangan remaja, dr. Andri Fauzan, sholat memberi struktur dalam kehidupan anak muda yang sering kacau
Baca Juga: Alhamdulillah Ramadhan Tiba, Ini Doa Menyambut Bulan Ramadhan Sesuai Sunnah
“Ritual ini mengingatkan mereka siapa diri sebenarnya: makhluk yang punya tujuan, bukan sekadar pengguna aplikasi,” jelasnya.Menariknya, era digital justru menghadirkan komunitas online yang mendorong sholat.
kreator Muslim muda menggunakan TikTok atau Instagram untuk mengingatkan waktu sholat, berbagi kisah spiritual, hingga membuat tren #SholatChallenge.
IFA.id melansir data Indonesian Millennial Spiritual Trend 2022 bahwa 60% anak muda merasa lebih termotivasi sholat ketika melihat konten islami di media sosial.
Bagi generasi muda, sholat bukan lagi sekadar kewajiban ritual. Ia menjadi bagian dari identitas diri. Seorang mahasiswa asal Makassar bercerita kepada IFA.id:
Baca Juga: Menjaga Keutuhan Keluarga dalam Islam: Pilar Harmoni, Nilai-Nilai Agama, dan Tantangan di Era Modern
Artikel Terkait
Perjuangan Nabi Nuh dalam Berdakwah: Penolakan Kaumnya, Perintah Membangun Kapal, dan Banjir Besar sebagai Azab Allah
Perjuangan Nabi Ayub: Kesabaran dalam Menghadapi Ujian, Keteguhan Iman, dan Rahmat Allah bagi Hamba yang Taat
Hukum Hutang Piutang dalam Islam: Dalil, Etika, Prinsip Syariah, dan Konsekuensi bagi yang Tidak Melunasi Kewajibannya
Akikah dan Qurban dalam Islam: Hukum, Dalil, Tata Cara Pelaksanaan, serta Keutamaan Berbagi dengan Sesama
Menyeimbangkan Ikhtiar dan Tawakal: Kunci Sukses dalam Usaha, Kepasrahan kepada Allah, dan Kehidupan yang Penuh Berkah
Kisah Nabi Isa AS dalam Islam: Mukjizat Kelahiran, Dakwah, Pengangkatan ke Langit, dan Perannya di Akhir Zaman