IFA.id -- Nabi Nuh adalah salah satu nabi utama dalam Islam yang diutus oleh Allah untuk menyeru kaumnya agar beriman dan meninggalkan kesesatan. Kisahnya penuh dengan pelajaran tentang kesabaran, keteguhan hati, dan keimanan kepada Allah.
Dakwah Nabi Nuh
Nabi Nuh diutus kepada kaumnya yang telah menyimpang dari ajaran tauhid. Mereka menyembah berhala dan hidup dalam kezaliman serta kemaksiatan.
Dengan penuh kesabaran, Nabi Nuh berdakwah kepada mereka siang dan malam, secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.
Baca Juga: Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo Difungsikan Terbatas untuk Mudik Lebaran 2025
Namun, kaumnya tetap menolak seruan itu. Mereka justru mencemooh dan menganggap Nabi Nuh sebagai orang gila. Bahkan, para pemuka kaum yang kaya dan berpengaruh semakin memperkeruh keadaan dengan menentang ajaran Nabi Nuh.
Hanya sedikit orang yang mau beriman kepadanya, sebagian besar adalah orang-orang yang dianggap lemah dalam masyarakat.
Penolakan Kaum Nabi Nuh
Setiap kali Nabi Nuh mengingatkan mereka tentang azab Allah bagi yang durhaka, mereka semakin keras menolak.
Baca Juga: Jangan Putus Asa! Ini Cara Menghadapi Kenyataan yang Tak Sesuai Harapan
Mereka menutup telinga, menutup muka dengan pakaian mereka, dan menantang Nabi Nuh untuk mendatangkan azab yang ia peringatkan.
Setelah berdakwah selama 950 tahun tanpa hasil yang memadai, Nabi Nuh pun mengadu kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya. Allah kemudian memberi wahyu bahwa kaumnya tidak akan beriman, dan Dia akan menurunkan azab yang dahsyat kepada mereka.
Perintah Membangun Kapal
Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membangun sebuah kapal besar sebagai persiapan menghadapi banjir besar yang akan melanda.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Gubernur Khofifah Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Imbau Belanja Bijak
Nabi Nuh dan para pengikutnya mulai membangun kapal tersebut di daratan yang jauh dari air. Hal ini membuat kaum yang ingkar semakin mencemooh dan mengejek Nabi Nuh. Mereka menganggapnya gila karena membangun kapal di tempat yang kering.
Namun, Nabi Nuh tetap teguh dan mengikuti perintah Allah tanpa ragu. Kapal tersebut akhirnya selesai dibangun dengan izin Allah, dan ia diperintahkan untuk membawa sepasang dari setiap jenis makhluk hidup serta para pengikutnya yang beriman.
Artikel Terkait
Cara Menghindari Rasa Kantuk saat Bekerja di Bulan Puasa
Khofifah-Emil Bakal Lantik 22 Kepala Daerah Jatim, Sertijab Digelar 1 Maret
Jelang Ramadhan, Gubernur Khofifah Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Imbau Belanja Bijak
Jangan Putus Asa! Ini Cara Menghadapi Kenyataan yang Tak Sesuai Harapan
Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo Difungsikan Terbatas untuk Mudik Lebaran 2025