Banjir Besar dan Kehancuran Kaum Durhaka
Saat tiba waktunya, Allah menurunkan hujan deras yang tidak berhenti, dan mata air di bumi pun memancarkan air dengan deras. Air bah menutupi seluruh permukaan bumi, menenggelamkan kaum yang durhaka.
Nabi Nuh melihat salah satu anaknya yang tidak mau ikut ke dalam kapal. Ia mencoba memanggil anaknya agar selamat, tetapi anaknya menolak dan memilih mendaki gunung, mengira bisa selamat dari air bah.
Namun, gelombang besar akhirnya menenggelamkannya bersama orang-orang kafir lainnya.
Setelah bumi benar-benar dipenuhi air dan kaum yang durhaka binasa, Allah memerintahkan bumi untuk menyerap kembali airnya, dan kapal Nabi Nuh berlabuh di atas Gunung Judi.
Pelajaran dari Kisah Nabi Nuh
Kisah Nabi Nuh memberikan banyak pelajaran berharga, di antaranya:
- Kesabaran dalam berdakwah – Nabi Nuh tetap berdakwah meskipun mendapat penolakan selama ratusan tahun.
- Keimanan dan kepatuhan kepada Allah – Nabi Nuh tidak ragu dalam menjalankan perintah Allah, termasuk membangun kapal meski mendapat cemoohan.
- Azab bagi orang-orang yang ingkar – Kesombongan dan kedurhakaan membawa kehancuran bagi kaum Nabi Nuh.
- Pentingnya keimanan dalam keluarga – Bahkan anak Nabi Nuh sendiri tidak selamat karena menolak beriman kepada Allah.
Kisah ini mengajarkan bahwa hidayah adalah hak prerogatif Allah, dan hanya orang-orang yang beriman serta mengikuti petunjuk-Nya yang akan selamat.
Kisah Nabi Nuh menjadi pengingat bagi umat manusia agar senantiasa taat kepada Allah dan menjauhi kesesatan.
Artikel Terkait
Cara Menghindari Rasa Kantuk saat Bekerja di Bulan Puasa
Khofifah-Emil Bakal Lantik 22 Kepala Daerah Jatim, Sertijab Digelar 1 Maret
Jelang Ramadhan, Gubernur Khofifah Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Imbau Belanja Bijak
Jangan Putus Asa! Ini Cara Menghadapi Kenyataan yang Tak Sesuai Harapan
Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo Difungsikan Terbatas untuk Mudik Lebaran 2025