Kamis, 4 Juni 2026

Potensi Triliunan: Zakat Penghasilan Sebagai Pilar Ekonomi Umat

Faturohman SK, Ifa.id
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 21:55 WIB
IFA.id mengulas potensi triliunan rupiah dari zakat penghasilan dan bagaimana perannya sebagai pilar ekonomi umat di 2025 (IFA.id )
IFA.id mengulas potensi triliunan rupiah dari zakat penghasilan dan bagaimana perannya sebagai pilar ekonomi umat di 2025 (IFA.id )

IFA.id mencatat, salah satu penyebabnya adalah masih banyak pekerja Muslim belum menunaikan zakat penghasilan secara rutin, baik karena kurang tahu aturan, maupun belum terbiasa.

(Sumber: Ngopibareng.id, 2024)

Kenapa Zakat Penghasilan Jadi Pilar Ekonomi Umat?

  1. Jumlah Pekerja Muslim Sangat Besar
    Indonesia adalah negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia. Bayangkan jika 50 juta pekerja Muslim menunaikan zakat gaji rata-rata Rp200 ribu per bulan → terkumpul Rp10 triliun per bulan.
  2. Sumber Dana Berkelanjutan
    Berbeda dengan zakat fitrah yang hanya setahun sekali, zakat penghasilan bisa dibayar bulanan. Ini membuat aliran dana sosial lebih stabil.
  3. Efek Multiplikasi Sosial-Ekonomi
    Dana zakat bisa dialokasikan untuk beasiswa pendidikan, modal usaha mikro, program kesehatan, bantuan pangan
  4. Membangun Keadilan Sosial
    Zakat penghasilan tidak hanya membantu fakir miskin, tetapi juga mengurangi kesenjangan antara si kaya dan si miskin.

Baca Juga: Cara Mudah Menghitung Zakat Gaji Bulanan dengan Rumus 2,5%

Studi Kasus: Zakat untuk UMKM

Di beberapa daerah, dana zakat penghasilan sudah disalurkan untuk membantu UMKM. Misalnya, program pemberdayaan ibu rumah tangga dengan modal Rp2 juta per orang. Hasilnya, mereka bisa membuka warung kecil, menjahit, atau berdagang online.

Hanya dengan puluhan ribu orang membayar zakat penghasilan, ratusan keluarga bisa keluar dari lingkaran kemiskinan.

Tantangan Optimalisasi Zakat Penghasilan

  1. Kesadaran Rendah: banyak yang belum tahu gajinya sudah kena nishab.
  2. Transparansi Lembaga: sebagian masih ragu apakah zakat sampai ke mustahik.
  3. Digitalisasi: meski sudah ada aplikasi, belum semua pekerja familiar.
  4. Perbedaan Pandangan: perdebatan bruto vs netto membuat sebagian bingung.

Solusi: Menghidupkan Gerakan Zakat Digital

  1. Edukasi luas melalui media sosial dan kantor tempat bekerja.
  2. Integrasi zakat dengan sistem payroll gaji bulanan.
  3. Laporan distribusi zakat secara transparan dan real time.
  4. Kolaborasi dengan influencer Muslim untuk kampanye zakat digital.

Baca Juga: Siapa Saja yang Wajib Zakat Penghasilan Tahun 2025?

IFA.id mencatat, tren ini sudah mulai berjalan. Semakin banyak perusahaan memotong zakat karyawan langsung dari gaji, dan semakin banyak orang membayar zakat lewat aplikasi.

Potensi zakat penghasilan di Indonesia bukan sekadar angka di atas kertas. Ia adalah kekuatan ekonomi umat yang bisa mengubah wajah kesejahteraan bangsa.

IFA.id menegaskan, jika dikelola optimal, zakat penghasilan bisa menjadi pilar utama keadilan sosial di abad digital ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X