shufah

Belajar Sepanjang Hayat dalam Perspektif Islam

Kamis, 20 November 2025 | 17:11 WIB
Belajar adalah perjalanan seumur hidup dalam Islam, sebuah cahaya yang terus menuntun langkah manusia dari masa ke masa. (Foto/Ilustrasi)

Ilmu Tidak Pernah Usang

Zaman berubah cepat. Teknologi berganti setiap tahun. Trennya tidak berhenti. Namun prinsip Islam tentang belajar justru bersifat abadi. Saat banyak orang merasa cukup dengan apa yang mereka ketahui, Islam justru mendorong langkah sebaliknya: terus mengembangkan diri.

Ilmu agama wajib dipelajari, tetapi ilmu dunia yang bermanfaat pun dicintai Islam. IFA.id mencatat bahwa ulama seperti Ibnu Sina, Al Khawarizmi, Al Biruni, hingga Al Farabi tidak memisahkan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat selama keduanya mengarah pada kebaikan dan kemaslahatan umat.

Baca Juga: Rahasia Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam

Di era digital, belajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Banyak orang menemukan guru melalui buku, video, kursus daring, atau komunitas. Ini sejalan dengan prinsip Islam: bahwa belajar itu luas, fleksibel, dan tidak terikat satu jalan saja.

Belajar Tanpa Batas Usia

Ada orang yang merasa terlambat belajar karena usia. Ada pula yang menunda-nunda karena merasa tidak sehebat orang lain. Pandangan seperti ini bertentangan dengan pesan Islam.

IFA.id mencatat beberapa contoh nyata:

Seorang sahabat Rasul baru menghafal surat-surat pendek di usia senja. Ia tidak malu, bahkan merasa bangga karena hatinya masih diberi ruang untuk ilmu.

Di pesantren-pesantren Nusantara, tidak sedikit santri berusia 40 atau 50 tahun belajar tajwid bersama anak-anak muda, dan semuanya berjalan dengan penuh penghormatan. Islam tidak menilai siapa yang lebih dulu, tetapi siapa yang lebih sungguh-sungguh.

Baca Juga: Tips Memilih Restoran Halal Saat Traveling

Belajar dalam Islam bukan perlombaan. Tidak ada syarat modal usia, tidak ada batas kemampuan. Setiap langkah kecil menuju ilmu dihitung sebagai ibadah.

Sifat dan Sikap Penuntut Ilmu

Yang sering luput dalam pembahasan adalah bahwa perjalanan menuntut ilmu membutuhkan sikap batin tertentu. IFA.id merangkum beberapa nilai yang menjadi dasar:

Pertama, rendah hati. Semakin banyak ilmu, semakin luas kesadaran bahwa apa yang tidak diketahui ternyata jauh lebih besar. Rendah hati menjernihkan hati dan melapangkan pemahaman.

Halaman:

Tags

Terkini

Belajar di Era Digital: Pandangan Islam & Tantangannya

Kamis, 20 November 2025 | 17:31 WIB

Cara Menuntut Ilmu yang Diajarkan Nabi

Kamis, 20 November 2025 | 17:28 WIB

Ilmu sebagai Cahaya: Makna Mendalam Menurut Ulama

Kamis, 20 November 2025 | 17:16 WIB

Belajar Sepanjang Hayat dalam Perspektif Islam

Kamis, 20 November 2025 | 17:11 WIB

Adab Menuntut Ilmu yang Mulai Dilupakan

Kamis, 20 November 2025 | 17:06 WIB

Mengapa Belajar Jadi Wajib dalam Islam?

Kamis, 20 November 2025 | 17:01 WIB

Rahasia Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam

Kamis, 20 November 2025 | 16:56 WIB

Amalan Jumat Pembuka Rezeki Menurut Sunnah

Jumat, 14 November 2025 | 16:45 WIB

Keutamaan Hari Jumat dalam Islam yang Perlu Dipahami

Jumat, 14 November 2025 | 15:12 WIB