Di malam hari, lampu-lampu ornamen di dinding masjid seperti bercerita pelan. Cahayanya lembut, tidak menyilaukan, membuat bangunan tampak seperti cahaya kecil yang menyala di tengah hamparan tanah Tubaba.
Perjalanan Ziarah yang Tidak Dikejar Waktu
Bagi banyak peziarah, perjalanan ke Masjid Nabawi Mini Tubaba bukan tentang menuju tujuan secepat mungkin. Justru perjalanan itulah yang sering menjadi bagian yang paling diingat.
Jalanan yang tidak terlalu padat, pemandangan pedesaan lampung yang luas, dan udara yang mulai menyejuk ketika memasuki kawasan Tubaba membuat ziarah ini terasa seperti perjalanan spiritual yang lengkap.
Baca Juga: Dari Lisan ke Laku: Ketika Mengaji Tidak Lagi Sekadar Bacaan
IFA.id mencatat beberapa kisah menarik dari para pengunjung. Ada yang datang bersama keluarga besar, menghabiskan satu hari penuh hanya untuk berkeliling dan menikmati waktu tanpa tergesa.
Ada rombongan kajian yang datang untuk melaksanakan shalat berjamaah dan kemudian duduk melingkar di halaman masjid sambil membahas ilmu.
Ada pula pasangan muda yang datang hanya untuk mencari ketenangan dan merekam suasana sebagai bagian dari mimpi mereka menapaki Tanah Suci suatu hari nanti.
Tidak ada aturan yang membatasi waktu kunjungan, tidak ada tekanan untuk menyelesaikan sesuatu. Pengunjung bisa mengambil waktu sebanyak yang mereka butuhkan untuk merasakan ketenangan itu.
Baca Juga: Mengaji yang Menghidupkan Hati: Mengapa Tilawah Menjadi Obat Gelisah
Ruang Hening yang Menghidupkan Lagi Banyak Hal
Jika berjalan ke sisi masjid, terdapat area terbuka yang sering menjadi tempat orang-orang merenung.
IFA.id pernah menemukan keluarga yang duduk diam menghadap masjid, tanpa berbicara apa pun selama setengah jam. Ketika ditanya apa yang mereka lakukan, jawabannya sederhana dan menyentuh: beristirahat dari banyak hal yang menumpuk.
Masjid ini memang menciptakan ruang hening yang dibutuhkan banyak orang. Mungkin karena bangunannya begitu sederhana dan bersih. Mungkin karena suasananya begitu jujur, tidak dibuat-buat.
Atau mungkin karena setiap orang membawa beban masing-masing, dan masjid ini memberi ruang bagi beban itu untuk dilepas sebentar.