Allahumma inni as’aluka rizqan thayyiban, wa ‘ilman nafi’an, wa ‘amalan mutaqabbalan.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu rezeki yang baik, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang Engkau terima.”
Doa ini sederhana tapi kuat. Ia memadukan tiga permintaan utama hidup: rezeki, ilmu, dan amal. Sebab dalam pandangan Islam, rezeki bukan hanya soal uang, tapi juga ketenangan hati dan kelapangan hidup.
Kamis sebagai Jembatan Keberkahan
Kamis Berkah bukan hanya tentang rutinitas, tapi tentang kesadaran bahwa hidup ini penuh kesempatan untuk berbuat baik. Ia menjadi pengingat bahwa rezeki sejati bukan sekadar apa yang terlihat, tapi apa yang memberi manfaat.
Baca Juga: Jiwa yang Kuat, Iman yang Teguh: Rahasia Kebugaran dalam Pandangan Islam
Sebagaimana pepatah Arab mengatakan, “Barang siapa menanam kebaikan, ia akan menuai keberkahan.”
IFA.id menegaskan, Kamis Berkah adalah ajakan untuk memperlambat langkah, menatap hidup dengan rasa syukur, dan menebar kebaikan sekecil apa pun. Di balik kesibukan dunia, Kamis hadir sebagai oase spiritual tempat di mana manusia kembali menyapa Tuhannya, dan membuka pintu keberkahan yang lebih luas.