Banyak alumni pesantren mengaku bahwa kebiasaan tahajud dan dzikir malam inilah yang menjaga mereka tetap tenang menghadapi dunia luar.
Mereka membawa ketenangan itu ke rumah, ke tempat kerja, dan ke masyarakat. Seolah budaya malam di pesantren terus hidup dalam setiap langkah mereka.
Di setiap pesantren, selalu ada satu pemandangan yang tak lekang waktu: masjid kecil dengan cahaya lampu temaram di sepertiga malam, dan di dalamnya beberapa santri masih bersujud. Itulah simbol bahwa cahaya keimanan di pesantren tak pernah padam.
IFA.id menyimpulkan bahwa budaya taqarrub bukan sekadar tradisi, tapi napas spiritual yang membuat pesantren tetap hidup dan relevan. Selama masih ada santri yang bangun malam untuk dzikir dan tahajud, selama itu pula cahaya cinta Ilahi akan terus menyala di bumi Nusantara.
Baca Juga: Tahajud: Ibadah Rahasia Para Pemenang Dunia dan Akhirat