shufah

Budaya Taqarrub: Malam-Malam Dzikir dan Tahajud Santri

Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:09 WIB
Budaya Taqarrub Santri: Dzikir dan Tahajud di Bawah Cahaya Malam (Foto/Ilustrasi)

Shalat dua rakaat di tengah gelap, ditemani suara jangkrik dan hembusan angin, menjadi momen paling intim antara hamba dan Tuhan.

Baca Juga: Cahaya di Sepertiga Malam: Ketika Tahajud Menjadi Jalan Pulang bagi Hati yang Hilang

Rasulullah SAW bersabda:

"Tuhan kita turun ke langit dunia setiap malam ketika tinggal sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan; siapa yang meminta ampun kepada-Ku, maka akan Aku ampuni." (HR. Bukhari dan Muslim)

IFA.id menyoroti hadis ini sebagai dasar spiritual utama budaya tahajud di pesantren. Para kiai menanamkan pemahaman bahwa waktu malam adalah ladang rahmat. Saat dunia sunyi, hati manusia lebih mudah mendengar panggilan Tuhannya.

Doa Santri di Tengah Malam

Salah satu doa yang sering dibaca dalam tahajud dan dzikir malam di pesantren adalah:

Allahumma inni as’aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wa hubba ‘amalin yuqarribuni ila hubbik.

Baca Juga: Tenang di Tengah Gelap: Tahajud Sebagai Terapi Jiwa dalam Pandangan Islam

Artinya: “Ya Allah, aku memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan cinta terhadap amal yang mendekatkanku kepada cinta-Mu.”

Doa ini menjadi simbol budaya taqarrub di pesantren. Ia bukan hanya permintaan cinta ilahi, tapi juga pernyataan kerendahan hati: bahwa ilmu, amal, dan prestasi tak berarti tanpa keberkahan dan cinta dari Allah.

Budaya ini melatih santri untuk mencintai kesunyian dan menjadikan ibadah bukan sekadar rutinitas. Dalam kesunyian malam, santri belajar mengenali kelemahan diri, menghapus kesombongan, dan menumbuhkan empati.

IFA.id menilai, tradisi taqarrub membentuk karakter khas santri: kuat dalam ibadah, lembut dalam pergaulan, dan ikhlas dalam berjuang. Santri tidak hanya dididik untuk cerdas dalam berpikir, tapi juga jernih dalam merasa. Karena hanya hati yang tenang yang mampu menebarkan kedamaian.

Baca Juga: Ketika Dunia Terlelap, Langit Justru Terbuka: Keajaiban Doa Tahajud

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, budaya taqarrub menjadi oase bagi jiwa yang haus ketenangan. Pesantren dengan segala kesederhanaannya justru menjadi benteng spiritual yang menjaga keseimbangan antara ilmu dan iman.

Halaman:

Tags

Terkini

Belajar di Era Digital: Pandangan Islam & Tantangannya

Kamis, 20 November 2025 | 17:31 WIB

Cara Menuntut Ilmu yang Diajarkan Nabi

Kamis, 20 November 2025 | 17:28 WIB

Ilmu sebagai Cahaya: Makna Mendalam Menurut Ulama

Kamis, 20 November 2025 | 17:16 WIB

Belajar Sepanjang Hayat dalam Perspektif Islam

Kamis, 20 November 2025 | 17:11 WIB

Adab Menuntut Ilmu yang Mulai Dilupakan

Kamis, 20 November 2025 | 17:06 WIB

Mengapa Belajar Jadi Wajib dalam Islam?

Kamis, 20 November 2025 | 17:01 WIB

Rahasia Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam

Kamis, 20 November 2025 | 16:56 WIB

Amalan Jumat Pembuka Rezeki Menurut Sunnah

Jumat, 14 November 2025 | 16:45 WIB

Keutamaan Hari Jumat dalam Islam yang Perlu Dipahami

Jumat, 14 November 2025 | 15:12 WIB