3. Salah Bacaan dan Lupa Lanjutan Doa
Kesalahan ini cukup umum, terutama bagi makmum yang membaca tanpa panduan teks.
Misalnya, menggabungkan bagian doa Qunut nazilah dengan Qunut Subuh, atau lupa melanjutkan bacaan setelah “wa la yadhillu man ‘adayta”.
Solusi IFA.id:
Gunakan teks doa Qunut Subuh standar berikut:
???? Doa Qunut Subuh Lengkap
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.
Latin:
Allahumma ihdinii fiiman hadait, wa ‘aafinii fiiman ‘aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a’thait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innaka taqdhi wa laa yuqdhaa ‘alaik, innahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya'izzu man ‘aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait, falakal hamdu ‘ala maa qadhait, astaghfiruka wa atuubu ilaik.
Baca Juga: Makna Mendalam dari Doa Qunut Subuh yang Sering Terlewatkan
Artinya:
“Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana Engkau telah memberi petunjuk kepada orang-orang yang Engkau beri petunjuk.
Berilah aku kesehatan sebagaimana Engkau telah memberi kesehatan kepada orang-orang yang Engkau beri kesehatan.
Pimpinlah aku sebagaimana Engkau telah memimpin orang-orang yang Engkau pimpin.
Berkahilah untukku segala sesuatu yang Engkau karuniakan.
Lindungilah aku dari keburukan takdir-Mu, karena Engkaulah yang menetapkan dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu.
Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau pimpin, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi.
Maha Berkah Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau.
Segala puji bagi-Mu atas apa yang Engkau tetapkan. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
4. Tidak Mengangkat Tangan Saat Qunut
Sebagian jamaah hanya menunduk tanpa mengangkat tangan saat membaca Qunut.
Padahal dalam beberapa riwayat, Nabi ﷺ mengangkat kedua tangannya ketika berdoa Qunut, seperti beliau berdoa dalam keadaan lainnya.
Solusi IFA.id:
Angkat tangan sejajar dada atau bahu, dengan telapak menghadap ke atas — tanda ketundukan dan harapan.
Baca Juga: Dalil dan Perselisihan Ulama tentang Qunut Subuh
5. Makmum Tidak Mengikuti Imam dengan Serentak
Ada pula kesalahan teknis: makmum membaca Qunut sendiri saat imam masih berdoa atau belum selesai.
Hal ini bisa mengganggu kekhusyukan berjamaah.
Solusi IFA.id:
Makmum sebaiknya diam dan mengaminkan bacaan imam, lalu membaca dalam hati atau mengikuti dengan lirih.
Penjelasan Ulama: Kapan Qunut Ditinggalkan?
Sebagian ulama seperti dari mazhab Hanafi tidak mewajibkan Qunut Subuh, sementara Syafi’i menganggapnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).
Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menulis:
“Qunut Subuh dilakukan terus-menerus dalam setiap Subuh, karena Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya hingga beliau wafat.”
Baca Juga: Keutamaan Qunut Subuh: Cahaya Pagi yang Terlupakan