رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Rabbanaa ighfir lanaa wa li ikhwaaninaa alladziina sabaquunaa bil iimaan, wa laa taj‘al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu, rabbanaa innaka ra-uufur rahiim.
“Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami, dan janganlah Engkau tanamkan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Lengkap: Arab, Latin, Terjemahan, Dalil, dan Keutamaannya
Doa ini menunjukkan bahwa salah satu rahasia ketenangan hati adalah membersihkan diri dari rasa iri dan kebencian.
Sering kali kegelisahan justru lahir dari hati yang dipenuhi kedengkian. Dengan berdoa seperti ini setelah sholat, seorang Muslim melatih dirinya untuk ikhlas, memaafkan, dan menjaga hati tetap jernih. Hasilnya adalah ketenangan batin yang tulus.
Dzikir dan doa setelah sholat fardhu bukanlah rutinitas kosong. Ia adalah rahasia besar yang diwariskan Rasulullah untuk menenangkan jiwa. Dengan membiasakan dzikir, hati selalu mengingat Allah.
Dengan doa, hati belajar menyerahkan segala urusan kepada-Nya. Dari kombinasi keduanya, lahirlah keikhlasan dan ketenteraman. Inilah rahasia ketenangan hati yang bisa diraih setiap Muslim, setiap selesai sholat fardhu.
Baca Juga: Fenomena Tato di Kalangan Anak Muda Muslim: Antara Seni dan Syariat