IFA.id - Setiap ibadah yang kita lakukan tidak hanya menuntut kesempurnaan gerakan, tetapi juga keikhlasan niat.
Sholat adalah ibadah paling utama, namun setelah salam, masih ada kesempatan untuk menyempurnakan ibadah dengan dzikir dan doa.
Dzikir dan doa setelah sholat ibarat penutup yang meneguhkan hati agar semakin dekat dengan Allah. Ia menuntun seorang Muslim menuju keikhlasan jiwa, sebuah nilai yang menjadi inti dari segala amal.
Rasulullah SAW membiasakan dzikir setelah sholat, lalu dilanjutkan dengan doa. Beliau mengajarkan bacaan tasbih, tahmid, dan takbir yang sederhana tetapi mendalam maknanya.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat agar Hati Tenang: Bacaan dan Maknanya
Dzikir tersebut berfungsi membersihkan hati dari riya dan sombong, agar ibadah yang dikerjakan semata-mata karena Allah. Dengan dzikir, seorang hamba menundukkan diri dan menyadari bahwa segala sesuatu hanya milik-Nya.
Dzikir yang paling dianjurkan setelah sholat fardhu adalah:
Subhanallah (33 kali) – Maha Suci Allah.
Alhamdulillah (33 kali) – Segala puji bagi Allah.
Allahu Akbar (34 kali) – Allah Maha Besar.
Dzikir ini dikenal sebagai “tasbih Fatimah,” karena Rasulullah SAW mengajarkannya kepada putri beliau, Fatimah az-Zahra. Bacaan ini bukan sekadar repetisi lisan, melainkan peneguhan hati untuk selalu bersyukur, tunduk, dan memuji Allah dengan penuh keikhlasan.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Lengkap: Arab, Latin, Terjemahan, Dalil, dan Keutamaannya
Setelah dzikir, doa menjadi pelengkap yang sangat dianjurkan. Salah satu doa untuk menumbuhkan keikhlasan adalah: